Jumat, 01 Maret 2013

Deteksi Dini Anak dengan Autisme




Pengertian Autisme

Perilaku Autisme

Penyebab Autisme

Autisme adalah salah satu kelompok gangguan pada anak, yangg ditandai munculnya gangguan dan  keterlambatan pada bidang kognitif, komunikasi, ketertarikan pada interaksi sosial, dan perilakunya.

1.      Perilaku yg eksesif (berlebihan), ditandai dengan hiperaktif dan tantrum.
2.      Perilaku yg defisit (berkekurangan), ditandai dengan gangguan bicara, perilaku sosial kurang sesuai, emosi tidak tepat, defisit sensoris.
1.      Gangguan autis terjadi pada fase pembentukan organ-organ, yaitu pada usia kehamilan 0 – 4 bulan.
2.      Gangguan pada organ atau saraf otak lobus parietalis (anak tidak peduli dengan lingkungan).














Tabel 1 : Pengertian, Perilaku, dan Penyebab Autisme


INDIKATOR
Komunikasi
a)      Ekspresi wajah datar
b)     Tidak menggunakan bahasa /I syarat tubuh
c)      Jarang memulai komunikasi
d)     Mengoceh tanpa arti secara berulang-ulang
e)      Membeo kata-kata, kalimat-kalimat, nyanyian
Interaksi Sosial
a)      Tidak responsif
b)      Kontak mata terbatas
c)      Kurang mampu berempati
d)     Lebih suka menyendiri
e)      Tidak tertarik bermain bersama teman
f)       Menggunakan tangan orang lain sebagai alat
Perilaku
a)      Adanya suatu kelekatan pada rutinitas atau ritual tertentu
b)      Adanya suatu preokupasi yang terbatas pada pola perilaku yg tidak normal
c)      Adanya gerakan-gerakan motorik aneh yang diulang-ulang
Gangguan Sensoris
a)      Sangat sensitif terhadap sentuhan
b)      Bila mendengar suara keras langsung menutup telinga
c)      Senang mencium-cium atau menjilat benda
d)     Tidak sensitif terhadapa rasa sakit dan rasa takut
Pola Bermain
a)      Tidak bermain seperti anak pada umumnya
b)      Tidak suka bermain dengan teman sebaya
c)      Tidak bermain sesuai dengan fungsi mainan
d)     Menyenangi benda-benda yang berputar
e)      Dapat sangat lekat dengan benda tertentu
Emosi
a)      Sering marah-marah tanpa alasan yang jelas
b)      Temper tantrum
c)      Kadang suka menyerang dan merusak
d)     Tidak mempunyai empati
e)      Kadang menyakiti diri
Tabel 2 : Indikator – Indikator Anak Autisme

Deteksi Dini Anak Autis
*      Berguna untuk dapat segera melakukan intervensi atau penanganan secara tepat, mencegah menjadi anak autis.
*      Usia ideal 2 – 3 tahun.
*      Persiapan masuk sekolah reguler.

Bagaimana Mendeteksi Dini ?
Deteksi dini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1.      Indikator perilaku autis (segala usia)
2.      The CHAT Screen (< 3 thn)
3.      Check-list ICD-10 dari WHO

Deteksi Dini Berdasarkan Usia pada Tahap Perkembangan
0 – 6 bulan
6 – 12 bulan
1 – 2 tahun
2 – 3 tahun
a.       Bayi tampak terlalu tenang
b.      Terlalu sensitif, cepat terusik
c.       Gerakan tangan/kaki berlebihan
d.      Tidak babbling
e.       Tidak kontak mata (> 3 thn)
f.       Perkembangan motorik kasar/halus tampak normal

a.       Sulit bila digendong
b.      Menggigit tangan dan badan orang lain secara berlebihan
c.       Tidak ditemukan senyum sosial

a.       Kaku bila digendong
b.      Tidak mau bermain permainan sederhana
c.       Tidak mengeluarkan kata
d.      Memperhatikan tangannya sendiri
e.       Tidak tertarik pada boneka

a.       Tidak tertarik bersosialisasi dgn anak lain
b.      Melihat orang sbg “benda”
c.       Tertarik pada benda tertentu
d.      Kontak mata terbatas
e.       Kaku bila digendong
Tabel 3 : Deteksi Dini Berdasarkan Usia pada Tahap Perkembangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar