Tampilkan postingan dengan label IniCeritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IniCeritaku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Maret 2013

Misyu







Rindu selalu soal ruang dan waktu

maka ku lepaskan kini di sisiku

Mencumbui sunyi merangkum seluruh gerakku

Rindu selalu soal makna

Seperti  menemukan "aku dan kamu"

Menua dalam sejarah yang direka bersama

Setia tanpa mendua


-------------
DFR
Read More..

Jumat, 23 November 2012

Semangatnya untuk Mereka




Aku melihatnya tergopoh-gopoh
Menyusuri anak tangga yg sedemikian hingga
Berjalan dengan penuh peluh
Demi satu kata, sarjana :)

Aku melihat tangisnya
Ketika hampir sebagian proposal diobrak penguji tercinta
Sekalipun tersembunyi dalam bingkai senyum terpaksa
Aku memahaminya
Semua demi satu kata, sarjana :)

Aku melihat amarahnya
Amarah yg hanya berawal dari canda gurau belaka
Canda teman yg ingin menghapus file skripsinya
Bahkan berkata “ingin membunuhnya”
Dilakukan demi menjadi, sarjana.

Semuanya dipersembahkan untuk membahagiakan orangtua
Melihat seutas senyum bangga mereka
Ketika memakai toga

***
Ku tulis ini ketika teman terbaikku harus menangis ketika meratap skripsi yang dicecar habis pengujinya....
Love you dear....
19 Januari 2012
Read More..

Entahlah (???)




Kondisi bising
Hiruk pikuk
Overload
Kejenuhan
Disana sini
Berbunyi denting
Suara sumbang
Menangis
Merintih
Sampai tertawa
Entah kesedihan
Entah kebahagiaan
Haru

Namun,
Apakah ikut tertawa, ikut menangis, ikut merintih akan mendatangkan bahagia ?
Tertawa saat masih ada yg menangis?
Menangis dikala sedih, padahal masih banyak yg mengalami kesedihan berlipat ganda?
Merintih tertatih ditengah kerumunan orang?

Menarik nafas panjang
Jawabnya ada pada diri kita kawan
Read More..

Apa Kabar Diriku?





Hari ini aku ingin bertanya tentang aku.
Aku bertanya pada diriku,
tentang apa yg telah aku lakukan,
apa yang akan kulakukan,
dan apa yang belum kulakukan.

Maka aku mengerti betapa tidak sederhana urusan seorang diriku.

Bila hari ini aku bertanya tentang apa yang telah kulakukan,
aku akan mendapati ternyata keburukanku lebih banyak daripada kebaikanku.

Bila aku bertanya tentang apa yang belum kulakukan,
hal itu nyaris sebanding dengan apa yang sebenarnya bisa aku lakukan,
bisa ku kontribusikan tapi aku belum melakukannya.

Namun,bila aku bertanya tentang apa yang ingin kulakukan,
itu nyaris sebanding dengan gabungan antara harapan & khayalan.
Kadang aku merasa seperti sedang berharap,
tapi aku menyadari aku sedang mengkhayal.
Tapi tidak jarang aku merasa seperti sedang mengkhayal,
ternyata Allah mengubah menjadi sebuah harapan yang nyata.

Hidup memang penuh tanda tanya.
 Namun, perlahan aku mengerti tanda tanya & kepastian itu ternyta memberi seorang mukmin ruang kebergantungan yang sangat tinggi kepada Allah & disitu ternyata ada ketenangan yang luar biasa

BERSEMANGATLAH!!

* message from my beloved friend (arikha)*
Read More..

Sabtu, 03 November 2012

Salah Langkah - Fatal


Pengalaman ini terjadi ketika aku sedang mengikuti training test 1 di Taman Hutan Raya (TAHURA) Mandiangin Kalimantan Selatan. Training test 1 adalah suatu agenda wajib tahunan yang harus diikuti oleh semua siswa junior yang tergabung di organisasi 4P (Pramuka, PMR, Pencinta Alam, dan Paskibra). Aku adalah salah satu junior paskibra dari 23 siswa lain yang juga mengikuti training test 1 itu. Waktu itu aku baru beberapa bulan menjadi siswi berseragam putih abu-abu di salah satu SMA favorit dan standar internasional di Kalimantan Selatan.

Kegiatan training test 1 diagendakan selama 2 hari (sabtu-minggu). Kami semua berangkat pada sabtu pagi dengan menggunakan bis. Sungguh hal yang sangat aneh ke gunung naik bis, sementara siswa-siswa junior dari organisasi yang lain menggunakan truk. Melihat kenyataan yang terjadi ketika berangkat itu, aku berpikir bahwa organisasi kami tidak “sekejam” organisasi yang lainnya seperti Pramuka dan Pencinta Alam yang harus berjalan berkilo-kilo meter untuk sampai ke tempat perkemahan.

Tiba di lokasi perkemahan Taman Hutan Raya, kami pun langsung bergegas mendirikan tenda, melakukan rutinitas rutinitas PBB beserta hukuman dan teriakan dari siswa senior. Bahkan untuk meminta makan saja, kami harus bernyanyi seperti “topeng monyet” yang lapar. Sungguh ini adalah pengalaman yang pahit tetapi mengasikkan bagiku. Kegiatan tidak hanya dilakukan pada siang hari, pada malam hari pun demikian. Sekitar pukul 20.00 WITA kami semua dikumpulkan di lapangan untuk aksi pentas seni dari masing-masing organisasi. Acara pensi (pentas seni) itu berakhir sekitar pukul 22.00 wita. Namun, kegiatan pada hari itu tidak berhenti begitu saja, dilanjutkan oleh agenda  yang biasa disebut JURIT MALAM.

Jurit Malam dilakukan oleh semua organisasi 4P. Berdasarkan kabar burung, jurit malam dilakukan perorangan dan jurit malam dengan rute paling jauh adalah pencinta alam dan pramuka yang konon kabarnya memutari gunung. Mendengar hal itu, kami gugup bukan kepalang, apakah paskibra juga demikian? Ternyata kabar burung itu benar, Paskibra adalah organisasi dengan rute paling pendek walaupun tetap dilakukan perorangan. Waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 wita dinihari, tetapi namaku tidak kunjung disebutkan oleh kakak senior untuk jurit malam itu. Aku sudah menunggu hampir 1,5 jam, dan hanya tersisa sedikit siswa junior yang belum dipanggil. Aku berharap mendapatkan urutan terakhir, karena dalam benakku ketika urutan terakhir pasti ditemani oleh kakak senior. Namun, itu hanyalah harapan, namaku dipanggil dan aku urutan 18 dari 23 junior. Aku berjalan mengikuti rute yang ditunjukkan dan diberi bekal satu obat nyamuk. Yeah, satu obat nyamuk, obat nyamuk yang ukurannya paling besar kira-kira 7 cm, hanya potongan obat nyamuk. Kakak senior berpesan “obat nyamuk jangan sampai hilang, karena ini demi keamanan”.

Aku memberanikan diri berjalan, berjalan memasuki hutan dengan bibir komat kamit membaca berbagai macam bacaan Al-Qur’an dan baru sampai ke bibir hutan, ada post pertama yang merupakan post keberangkatan. Aku disuruh duduk di sungai yang berair dingin pada malam itu. Karena aku adalah junior, aku pun mengikutinya, aku diberi secarik kertas yang harus dihafalkan. Kertas password yang harus dihafal. Bagiku menghafal potongan paragraph tidak masalah, tetapi ini adalah potongan paragraph menyeramkan yang harus dihafal di air dingin. Air dingin bagi penderita asma sepertiku adalah momok yang menakutkan. Potongan paragrapnya seingatku demikian “aku berjalan ditengah hutan sendirian, membawa mayat korban kecelakaan tadi sore di sebelah kanan, ditemani hantu hutan tahura yang menyeramkan dan blab la bla bla”. Aku lupa diksi yang sebenarnya tetapi intinya demikian dan sangat panjang. Selain itu, aku disodorkan secarik kertas lagi untuk dihafalkan. Yeah, kertas yang berbunyi “ Asmiani kesana kemari bejalan mengawani nini yang handak kawin lawan kai”. What? Apa-apaan ini? Ternyata itu adalah nama kodeku untuk malam mini.

Waktu untuk menghafal sudah habis, dipost itu aku diajarkan supaya hormat dan memberikan salam terlebih dahulu jika menemui post serta mengucapkan nama kodeku dan password yang menyeramkan itu. Aku diberi petunjuk jalan untuk menuju post berikutnya, katanya sih ikutin tali merah ikutin tali merah. Beberapa post telah aku lewati, ditengah jalan aku ada bertemu dengan kakak kelas yang “uhuk” denganku sehingga ada beberapa rute yang mana aku ditemani olehnya berjalan berdua. Namun, pada post 5 menuju post 6, kakak itu tidak lagi menemaniku karena ada tugas juga dari organisasinya yang harus gantian jaga post. Akupun berjalan sendirian, aku melihat ada kakak senior paskibra di depanku dan aku mengiringi beliau. Konyolnya, beliau berjalan menuju daerah yang “hutan banget” aku tetap mengikutinya sampai di suatu tempat aku kehilangan jejak beliau. Aku berdiri ditengah hutan yang berair kurang lebih selutut dan ditumbuhi rerumputan. Dalam pikirku, tak mungkin kakak seniorku mencari jalan rute menuju post 6 serumit ini. ditanganku, tidak ada obat nyamuk lagi, dan akupun menangis sekencang-kencangnya dan berteriak “Tolooooong, Toloooooooong, Kakaaaak, Miaaaa kakak”. Aku berteriak tak hanya sekali dua kali, puluhan kali aku berteriak sampai ada kakak abituren dari organisasi Pencinta Alam yang menemukanku dan menemaniku. Beliaupun berteriak lebih kencang dariku, “Paskibra dimana woy, Paskibra dimana, junior kam sasaaat”. Akhirnya kakak itu mengantarkanku ke post paskibra dan semua kakak senior di sana bingung juga karena urutan 18 tidak kunjung datang. Padahal urutan 23 sudah sampai di post itu. Sialnya mereka tidak ada inisiatif untuk mencariku. Kakak yang menemukanku sewaktu tersesat itu langsung memarahi kakak seniorku, karena tidak ada usaha sewaktu mengetahui loncatnya urutan dari 17 langsung 19.

Akupun dibebas tugaskan di post itu, tanpa hukuman, tanpa teriakan, tanpa password, tanpa nama kode dan aku hanya dikelilingi oleh kakak senior paskibra yang menanyakan “kemana tadi ding kemana?” atau “kenapa tadi ding kenapa”. Hello, mereka mengerti tidak aku sedang shock ditanya ini itu. Lalu ada kakak yang bertanya, “ding, mana obat nyamuk km?” dan aku pun menggeleng. Ternyata obat nyamuk itu adalah “pawang” agar tidak diikuti oleh makhluk gaib dan binatang buas. Setelah kejadian itu, aku diminta untuk tidur, tidur beralaskan tanah dan baju basah, berselimut dinginnya hawa hutan Kalimantan, dan beratapkan langit yang sungguh indah tanpa bintang.

Keesokkan harinya, nama mia sungguh terkenal, terkenal karena tersesat di hutan dan mengikuti setan yang menyerupai seniornya. Sungguh ini tidak terlupakan.


***
Cerita ini terjadi ketika berusia dipenghujung 14 Tahun..
Wattaaaa, 7 Tahun yang lalu....

Read More..

Jumat, 02 November 2012

Mahasiswa Berprestasi


Tulisan ini teruntuk adik-adik mahasiswa baru FK UNLAM atau mahasiswa baru dimanapun berada dengan salah satu tujuannya untuk melengkapi Chapter Guideline Mahasiswa Berprestasi.
Bismillahirrahmanirrahiim….
Akan dimulai dengan  pertanyaan sederhana yang biasa ditujukan untuk mahasiswa.
1.      Apa makna prestasi ?
2.      Mengapa mahasiswa harus berprestasi?
Setiap individu mungkin mempunyai makna prestasi yang berbeda-beda karena individual differences . Ada yang mengatakan bahwa disebut berprestasi ketika  menjadi juara kelas; ada juga yang menyebutkan ketika menjadi atlet tennis, maka disebut berprestasi; ada juga yang menyatakan bahwa berprestasi itu jika bisa mengalahkan orang lain dan menjadi pemenang dan beberapa pendapat lain dari sosok-sosok prestatif lainnya. Namun apakah makna prestasi itu sesungguhnya, cukupkah dengan hal – hal tersebut atau ada yang lebih dari itu?
Makna prestasi adalah kewajiban akan sesuatu yang harus diraih oleh setiap insan. Sejak kecil bahkan mulai dari dalam kandunganpun kita sudah dituntut untuk berprestasi. Bagaimana tidak? Kita adalah satu-satunya sperma dari sekian juta sperma yang berhasil membuahi sel telur dengan perjuangan berat. Perjuangan berat yang pada akhirnya menghasilkan seseorang yang saat ini tengah membaca tulisan saya. Kita adalah pemenang yang dilahirkan di dunia yang berhasil berebut dengan calon jiwa-jiwa lain. The Born Winner Man !!
Jika telah memahami dasarnya seperti  itu, maka sekarang dan untuk ke depannya kita kembali harus bersiap untuk bersaing, karena bukan hanya kita saja satu-satunya insan berprestasi di dalam kandungan ibu dulu, tetapi banyak jutaan insan-insan lain yang menyebar di berbagai belahan bumi. Jadi raihan prestasilah yang akan membuat kita berbeda dengan individu-individu pemenang lainnya.
So, makna prestasi itu adalah sebuah pencapaian, peningkatan, atau perubahan menuju sesuatu yang lebih baik dari kondisi sebelumnya. Apapun itu, sekecil apapun asalkan lebih baik dari kondisi sebelumnya itulah berprestasi. Contoh konkritnya ketika pagi kemarin kita bangun setelah adzan subuh dan pagi ini kita bangun 1 menit sebelum adzan subuh, maka itu adalah prestasi. Simple bukan ? J
Namun, sayang sekali banyak individu dari kita yang kurang menyadari dan berorientasi untuk mengejar prestasi yang besar-besar saja. Padahal tidak mungkin ada hal yang besar jika tidak ada hal yang kecil. Pepatah juga mengatakan sedikit demi sedikit lama – lama menjadi bukit, jadi untuk berprestasi juga demikian dong. J
Terus, kenapa mahasiswa harus berprestasi?
Sebelum menjawab itu, coba renungkan terlebih dahulu mengapa yang duduk di bangku Perguruan Tinggi disebut mahasiswa. Kata Maha biasanya ditujukan untuk Allah, untuk orang besar, dan orang-orang prestatif serta luar biasa lainnya. Jadi, kata mahasiswa itu adalah sebuah pencitraan yang luar biasa dong ? Hmmmm…. Itu tergantung bagaimana mahasiswanya juga dong. Jika mahasiswa punya rasa “malu” tentu mahasiswa akan berjuang untuk menyadarkan dan membuat dirinya agar layak disebut mahasiswa yang katanya adalah agent of change. Saudaraku, bukankah jika ada perubahan termasuk makna prestasi ? Jadi, berprestasilah :D
Prestasi bagi mahasiswa itu banyak sekali, ada yang menyebutkan jika mendapat IPK tertinggi di kampusnya; disebut berprestasi ketika menjadi ketua senat atau ketua bem maupun ketua organisasi; berprestasi jika dapat kuliah nyambi kerja; berprestasi jika bisa menjadi asisten dosen; atau macam-macam lah.
Semua pendapat di atas itu benar adanya dan layak untuk disebut berprestasi. Bahkan, DIKTI mengapresiasi bagi mahasiswa mana saja untuk berkompetisi memperebutkan gelar Mahasiswa Berprestasi (MAWAPRES). Sebuah ajang tahunan bergengsi yang tidak hanya mempertaruhkan nama pribadi juga nama kampus.
Menurut DIKTI, Mahasiswa Berprestasi adalah mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tinggi, baik kurikuler maupun ko/ektrakurikuler, mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, bersikap positif dan berjiwa Pancasila. Wow, awesome. :p
Apa saja sih yang kiat-kiat untuk menjadi MAWAPRES DIKTI ?
Saudaraku, Dirjen Pendidikan Nasional itu tidak hanya menuntut mahasiswa untuk menjadi peraih IPK tertinggi di kampus baru dapat mengikuti ajang seleksi ini karena IPK hanya mendapat porsi 25 % saja. 75 % lainnya dipecah untuk kegiatan organisasi, pengalaman kegiatan seminar sebagai peserta, panitia atau pembicara dan kemampuan bahasa asing diluar Bahasa Indonesia dan Inggris karena dua bahasa itu wajib dikuasai aktif oleh mahasiswa.
Tidak mudah memang, tapi itu bukan tidak mungkin. Setiap kita terlahir dengan potensi luar biasa yang kadang kita (malas) untuk menggali, tapi seandainya (malas) itu diterapi dengan baik agar menghilang ditambah suplemen kegiatan organisasi yang diramu agar IPK minimal 3,00 serta mampu capciscus berbagai bahasa maka bukan tidak mungkin yang membaca ini adalah mahasiswa berprestasi selanjutnya !!!!

By – Mia (Psikologi 2008)




Read More..

In My Proficiat


In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful
Alhamdulillah Yaa Allah
All praise and thank are due to Allah, Allah is Ghefor, Allah is Rahim, Allah is the one who loves the Muhsinin, He is a creater, He is a sistainer and He is the one who has power over all.
Thank you Allah for everything, I can write here at profiat my graduate amongst my  friends rejoicing upon this accomplishment because there is no ability for us to pass through this, except by Your will, the Lord of all greatest creations and commands.

Gelar sarjana ini saya persembahkan buat dua orang yang sangat berjasa dalam hidupku, kedua orangtua, yang telah membesarkanku dan mendidikku dengan penuh cinta dengan segala pengorbanannya untukku, anak yang kadang tidak nurut orangtua, tetapi kalian tetap mendoakanku dengan tulus dan penuh kasih sayang. Selain itu, buat mas dan abangku tersayang yang telah mengajari segala hal tentang hidup ini. Buat mas alfi, adikmu ini telah belajar tentang kekuatan besar untuk mewujudkan mimpi. Buat abang qiqi, adikmu ini belajar bagaimana pengorbanan yang seharusnya. For all of my family member : Thanks for all and forgive all mistakes… One day, I’ll make you proud. I promise. Love you so much.

Thanks a lot for my beloved friends yang telah menemaniku dalam suka duka, arikha dengan taujih rutin penyemangatku, egha dengan kelembutan dan kesabaran dalam menerima sesuatu, dan lina yang selalu ada disampingku. Buat all of bigfams, deya, linda, yasmin, sisca, restu, kiki dan hana yang menemani hari-hariku selama di psikologi 2008 ini, semoga jalinan kasih bigfams tidak putus seusai dunia perkuliahan ini. Buat temen2 liqo selain deya, restu, yasmin yaitu arini dan oya yang sudah mengisi liqo menjadi lebih berarti untuk belajar ilmu yang tak akan putus oleh waktu.

Khusus buat temen2 seperjuangan yang berupa kesebelasan yaitu linda, sahabatku dari bigfams; iren dan elsa yang satu bimbingan dan penguji; isti, bela, maya, dan gondo yang lulus dari SMAMA sama2, masuk psikologi sama2 dan lulus jadi sarjana psikologi sama2 lagi; dan  diqi, radha, serta oya. Friend, kita lulus dan jadi sarjana psikologi angkatan pertama guys. Hari-hari mencekam yang penuh tantangan telah berhasil kita lewati dengan (mungkin) penuh tangisan, kesedihan, canda tawa, dan keseriusan. Selamat teman ! Semoga kita bisa mewujudkan mimpi yang sudah ada dibenak kita setelah mendapat ijazah.

Buat semua dosen-dosen psikologi, terima kasih telah mendedikasikan ilmu kepada kami, buat para pegawai psikologi terima kasih telah banyak membantu mahasiswa dalam urusan administrasi dan buat teman2 psikologi 2008 lain yang tak bisa disebutkan satu persatu (karena batas maksimal 1 halaman quarto 1 spasi margin 2,5) yang mengisi hari-hari kuliahku, siapapun kalian terima kasih atas segala hal dan maafkan diri ini apabila ada kesalahan selama kita berteman.

“…., Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri,….”
(Q.S. Ar-Ra’d: 11)


Best Regard
Asmiani Fawziah, S.Psi.


Read More..

Jumat, 12 Oktober 2012

Persembahan Untuk Mereka



                Tulisan ini khusus sebagai persembahan untuk mereka. Mereka adalah tante dan om, sepupu – sepupu, eyang buyutku, sahabat tercinta, kawan – kawan, dan rekan – rekanku yang non islam.

                Tulisan ini sama sekali TIDAK ADA MAKSUD SARA, membeda-bedakan, atau mengkotak-kotakan.

                Tulisan ini adalah jawaban dari segala sikapku kepada kalian selama ini, sepanjang aku mengenal islam secara lebih dalam.

Tulisan ini juga berupa permohonan maaf yang dalam jika ,,,,,,,

Jika aku tak pernah lagi mengucapkan selamat ketika natal, galungan, kuningan, imlek, ataupun hari raya yang kalian rayakan.

Jika aku tak pernah lagi berkunjung ke rumah kalian ketika hari raya yang kalian rayakan.

Jika aku jarang menghabiskan ataupun tidak mencicipi makan yang kalian suguhkan.

Jika aku tak pernah menjawab salam berupa assalamu’alaikum yang kalian ucapkan.

Jika aku tak mau membuka jilbabku walaupun kalian adalah kolega dan kawan perempuan.

Jika aku tak bisa membalas segala ucapan yang pernah bahkan sering kalian ucapkan ketika aku berlebaran.

Mohon maaf semuanya....

Aku mencintai dan menyayangi kalian semua...

Namun, sekali lagi (dan lagi) aku memohon pengertian...

Bahwa  aku melakukan semua itu karena kecintaan tertinggiku hanya kepadaNya.

Aku tak mau Dia murka dan menghapus syahadatku jika aku melakukannya.

Aku mau berbakti pada agamaNya.

Agama yang akan membawa syafaat bagiku kelak.

Jadi maaf dan mohon maaf sedemikian dalam jika aku tak bisa membalas segala kebaikan yang kalian pernah berikan.

Namun aku tetap menghargai kalian, mencintai kalian diluar hal yang tidak membuatku menyimpang dari ajaran islam......

Read More..

Kamis, 11 Oktober 2012

Sedikit Flashback dari Kuala Tambangan

Kuala Tambangan adalah salah satu desa di kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Desa pinggiran yang berada di sepanjang pesisir pantai ini adalah objek tujuan bakti sosial kami. Bakti sosial yang diikuti oleh delegasi dari berbagai mahasiswa kedokteran umum dari penjuru Indonesia. Kami kebagian sebagai panitianya, hmmmm lagi mikir nih ya? Kenapa saya yang mahasiswa psikologi jadi panitia baksos mahasiswa kedokteran? Okeh guys, jurusan saya masih ikut nebeng di fakultas kedokteran. Karena fk ini tidak memandang jurusan dalam open recruitment kepanitiaan, jd semua mahasiswa fk berhak jd panitia, termasuk saya. Hehehe.

Saya bersama kurang lebih 150an teman2, kaka2 tingkat, dan delegasi berangkat dari Banjarbaru menggunakan 1 bus, kurang lebih 10an mobil, dan sisanya motor. Kala itu saya ikut dengan mobilnya bela bersama isti, iren, maya, dan dewi yang dianter oleh ibu bapaknya. Katanya, perjalanan ke sana memakan waktu kurang lebih 3 jam, padahal jarak ke sana hanya 120an km. Jalanan yang kecil, rusak dan berlubang sampai membuat penumpang yang berada di bus harus sesekali turun agar bus mampu melewati jalan dan tidak oleng. Hihi, untungnya kami naik mobil jadi gk perlu turun naik.  Akhirnya setelah 4 jam perjalanan kami sampai juga di desa kuala tambangan, desa yg sebagian besar penduduknya adalah nelayan.

Sesampai di sana kami di drop out dari mobil pas di depan puskesmas pembantu (pustu) yang sudah rame dengan warga, baik anak kecil hingga dewasa. Alhamdulillah bgt deh responnya untuk kali pertama. Karena cukup capek di perjalanan, saya dan kawan2 masih mlongo aja duduk duduk menunggu petunjuk dari panitia grade atas, ya karena kami bingung mau ngapain. Hihi. Akhirnya kami harus berpisah tempat tinggal di sana. Saya dan bela menginap bersama panitia2 seksi kesekretariatan yang lainnya. Dewi dan maya juga bersama panitia konsumsi. Iren dan isti begabung bersama panitia dokumentasi. Jadi ceritanya, masing2 seksi tinggalnya satu atap gitu. Tujuannya selain agar saling mengenal antarpanitia juga mempermudah koordinasi kerja. Oh iya, penginapan yang kami tumpangi itu adalah rumah warga loh, jadi di rumah itu penuh bgt deh ceritanya. Jangan harap bakal ketemu kasur empuk atau bantal guling ya, apalagi tidur di kamar, karena kami2 tidur lesehan beralaskan tas di ruang tamu mereka. Hmm, itu alhamdulillah loh, sebagian temen2 yang laki malah tidur di mesjid,hihi.

Malam harinya...

Pembukaan dimulai deh. Jeng jeng jeng jeng. Dibuka oleh bupati yang diwakili oleh camat takisung, eh tenyata doi bokapnya temen saya di psikologi, hehe. Dunia ini sempit euy. Pembukaan itu dihadiri warga, delegasi, dan tentunya kami kami yang bakal buat rusuh acara, eh gk deng, :-). Pembukaan ya gitu2 aja, tapi yang ditnggapi oleh delegasinya itu adalah snacknya. Hihi, taukah kalian apa snacknya? Hmmm, bagi saya sih biasa aja ya, gk perlu ditanggapi gitu, snacknya itu kotakan, di dalemnya ada 1 kue dan permen serta aqua, ditambah ada sebungkus emping belinjo. Nah gk ada yang aneh kan? Namun, para delegasi itu membicarakan tentang emping belinjo itu loh ya, katanya bisik-bisik gini "wah, gimana ya kadar asam uratnya mereka, kan sepanjang perjalanan pohon belijo semua". Dan berdasarkan pembicaraan itu, saya berkata kalau saya ini butek banget ya dulu tentang asam urat belinjo, hahaha. *bangga*

Setelah selesai pembukaan ya kenalan2 dikit gitu sama delegasi, agak SKSD juga sih ya, mereka kan dari berbagai universitas di penjuru Indonesia, ada dari UI, UNAND, UNPAD, UMI, USU, de el el deh (halah, bilang aja lu lupa mia, hihi). Hari sudah beranjak malem, aktivitas berikutnya ke base camp masing2. Owh no, kirain nginjak rumah bakalan bobo, eh gk taunya dapet mandat dari kak maria untuk begadang gitu deh. Sebenarnya sih bukan mandat, tapi masa iya kita tega ninggalin kak maria dgn seabrek tugas kesekre. 80% temen2 anggota sekre dah terlelap di peraduan, rasanya itu gimana ya, pengen bobo bobo juga, tapi gitu. Alhamdulillah dengan semangat bahwa tugas adalah kewajiban maka mata yang sayu pun mampu melek lagi, sampai tak tahu tidur dengan alas apa tiba-tiba bangun aja pas sudah subuh :-)

Keesokan harinya

Kami mesti jalan kurang lebih 4 km tiap hari, gimana engga, jarak dr base camp ke tempat makan itu sekitar 500an meter, nah 500x2x3 brpa? , trs jrk dr base camp ke posko baksos juga demikian, ya 500x2. Belum lagi ujuk sana sininya, ke pantainya atau main2nya :-)

Hushus, sudah curcolnya...

(to be continued)







****
Cerita ini terjadi ketika Juli 2009 :)

Published with Blogger-droid v2.0.4
Read More..

Rabu, 10 Oktober 2012

IPK bagi aktivitis dakwah (?)






Seberapa Pentingkah IPK itu?

IPK atau indeks prestasi kumulatif adalah nilai akhir evaluasi mahasiswa selama jenjang perguruan tinggi. Secara de jure, IPK adalah tolak ukur kecerdasan akademis mahasiswa di bidang tertentu. Tidak dapat dipungkiri bahwa IPK yang tinggi bukanlah “dewa” segala-segalanya yang akan mengukur kesuksesan individu di masa depan. Namun, sebagai seorang aktivitis, IPK merupakan sebuah urgensi yang penting untuk perjalanan dakwah. Mengapa ?

Pertama, IPK merupakan bagian dari pemenuhan profil ADK (Aktivis Dakwah Kampus)

            Seorang mahasiswa aktivis harus memenuhi beberapa poin penting dalam konteks profil kader dakwah, diantaranya adalah kokoh dalam iman, mempelajari bahasa arab dan inggris, aktif di berbagai organisasi,  mandiri secara finansial dan menguasai spesialiasi ilmu dibidangnya. Tentu saja, untuk menguasai spesialisasi ilmu kita dituntut untuk belajar  cerdas dengan sertifikasi mampu meraih IPK tinggi.

Kedua, aktivitis dakwah harus menjadi qudwah  dalam berbagai aspek, termasuk aspek akademis

            Seorang mahasiswa aktivis tidak hanya menjadi teladan dalam hal ubudiyah dan akhlakul karimah, tetapi juga keharusan menjadi teladan di bidang akademis, karena sasaran dakwah adalah civitas akademik.

Ketiga, IPK adalah alat syi’ar untuk dakwah fardhiyah dan rekrutmen

            IPK yang tinggi bagi seorang mahasiswa aktivis dakwah adalah sebuah eksistensi untuk menunjukkan bahwa dengan berdakwah tetap bisa berprestasi. IPK yang tinggi mampu dijadikan sebagai alat syiar untuk dakwah fardhiyah melalui pendekatan akademis atau proses rekrutmen. Objek dakwah adalah para civitas akademika yang mempunyai intelektual tinggi dan rata-rata sangat interest pada prestasi akademik. Maka dari itu, IPK tinggi mampu “menjual” dakwah kita kepada orang yang interest pada study dan achievement oriented.

Keempat, IPK merupakan bagian dari syarat ekspansi dakwah kampus

            Strategi dakwah tidak hanya dilakukan di bawah organisasi yang berlandaskan Al-Qur’an dan Assunnah saja, tetapi harus melakukan ekspansi ke berbagai organisasi lain. Masing – masing organisasi tentunya mempunyai grade tersendiri untuk merekrut anggotanya, apalagi menjadi orang no 1 di dalamnya, salah satunya adalah syarat IPK. IPK yang tinggi tentu mempunyai keuntungan lebih untuk terjun di dalamnya.

Kelima, IPK bagus merupakan kunci untuk membuka gerbang dakwah profesi

            Dakwah tidak hanya terhenti di kampus saja, tetapi dakwah harus berlanjut bahkan lebih gencar di dunia profesi. Ada tiga sector pasca kampus yang merupakan lawan dakwah untuk menyebarkan fikrah islam dan membentuk bi’ah islami yaitu public sector, private sector dan social sector. Realitanya dua dari tiga sector tersebut (public dan private sector) membutuhkan syarat IPK tinggi sebagai administrasi awal bergabung di sana. Tentu saja kita tidak akan kesulitan bergabung dan berdakwah di sana jika kita mempunyai IPK tinggi.

                Jadi, IPK yang tinggi adalah sebuah urgensi yang harus dicapai mahasiswa sbg aktivis dakwah !




***
Nemu tulisan yang belum sempat dipublish di social media...
Menulis ini karena "dipaksa" untuk buku panduan (guide) mahasiswa berprestasi yang dikoordinir oleh LDK...
Read More..

Kenapa saya tidak menonton Tukang Bubur Naik Haji ?



Tukang bubur naik haji begitu ramai dibicarakan bagi penggemar sinetron Indonesia. Sinetron yang dikemas secara islami ini ternyata mampu menyedot jutaan pasang mata untuk mempelototi tayangan yang berdurasi hampir dua jam setiap harinya. Namun, apakah ada yang salah dengan sinetron tersebut sehingga saya membuat tulisan sedemikian hingga?

Hmmm (tarik napas, blub blub blubub)…

Ini hanyalah opini saya, silahkan bagi yang tidak setujupun tidak apa-apa. Hidup adalah pilihan termasuk pilihan untuk menonton tv atau tidak, bukan?. Hihihi….

Awalnya saya (kadang-kadang)  menonton sinetron ini karena motivasi saya ngeliatin si abang Arsyil Rahman yang jadi aktor di dalamnya, tapi lama kelamaan, saya harus menghentikan tontonan tersebut sebagai pengantar tidur di gelapnya malam, karena oh karena kok ya ada hal yang tidak sesuai dengan ajaran islam yang sebenarnya.

Kita ambil contoh ya : Robby sama Rumana pacaran. Untuk sebuah tontonan islam, kok ya melulu bahas tentang cinta melalui ajang pacaran, kayaknya sih dikemas dengan embel-embel yang baik ya, misalnya tidak pegangan tangan, tapi tetep weh saling ngasih harapan. Padahal dalam tokoh ini Rumana yang diperankan oleh Citra Kirana adalah mahasiswa mesir yang paham tentang agama, jadi ustadzah pula. Ya gak gimana-gimana, takutnya jadi ajang pembenaran aja bahwa pacaran itu dibolehkan menurut agama. Walaupun sebenarnya boleh aja, asal sudah ke KUA. Hihi

            Hmmm…

            Setelah melihat realita scene yang demikian, saya bergegas berusaha menghentikan tontonan. Biarlah dikatakan skeptic terhadap pacaran, asal tidak meracuni pikiran dengan membenarkan apa yang dilihat oleh mata telanjang....

            Bagi penggemar tukang bubur naik haji yang masih menikmati tontonan, hati-hatilah dalam membenarkan apa yang dilihat melalui peran, apalagi peran pacaran yang seperti dilegalkan.

Thats my opinion yaaa, its different with you... Never mind :))

Read More..

Selasa, 09 Oktober 2012

Sketsa Pelangi




Bismillah....

 Ini hanyalah sebuah ...

 Sketsa Pelangi sederhana ....

 Sketsa Pelangi yang berusaha menenangkan hati....

 Sketsa Pelangi yang ingin mewarnai....

 Sketsa Pelangi yang senantiasa bergembira bersama sang mentari...

 Sketsa Pelangi yang setia menanti hujan yang membasahi bumu.....

 Sketsa Pelangi

 Ya...

 Hanya sebuah Sketsa Pelangi......

 :))

Read More..

Bersedihlah, Ketika ……………………..



Bersedihlah ketika hati ini mendua dan di-“raja”-i dia daripada DIA


Bersedihlah ketika hati tak bergetar ketika RasulNya dihina dan hanya diam tanpa kata


Bersedihlah ketika novel dan buku bacaan lebih sering dibuka daripada kitabNya


Bersedihlah ketika tak mampu menahan lapar dan harus berbuka puasa


Bersedihlah ketika lebih ingin keliling dunia tanpa singgah di tanah haramNya


Bersedihlah ketika uang habis karena menonton konser daripada sedekah dijalanNya


Bersedihlah ketika 5 menit begitu berat terlaksana hanya karena menikmati dunia


Bersedihlah ketika tak mampu berkurban tapi mempunyai gadget smartphone 1 x 2


Bersedihlah ketika Al-Qur’an hanya jadi penghias dan penambah buku di atas lemari sana


Bersedihlah ketika socmed hanyalah jadi tempat keluhan belaka, tanpa berbagi manfaat penuh makna


Bersedihlah ketika ...........................

Read More..

Bahagiaku, Bahagiamu, Bahagia Kita Selalu (1)



Saat memandangnya menemukan keteduhan, menimbulkan ketenangan, menyebabkan kenyamanan, dan menjernihkan pikiran.


Ketika sangat penat terhadap pekerjaan, memandangnya menjadi obat kelelahan.


Ketika stres terhadap masalah kehidupan, melirik kekolamnya begitu melegakan.


Ketika hati ini penuh carut marut kegelisahan, memegangnya begitu menggelikan.


Entah apa yang dirasakan oleh sebagian orang.


Namun bagiku itulah yang kurasakan.


Pada Ikan Hias yang “terpenjara” di akuarium buatan.


Read More..

Kamis, 06 September 2012

PERTANYAAN ITU





Lagi, pertanyaan itu telontar dari mulut orang yang berbeda.

Yaa Allah, hamba harus menjawab apa?

Jikapun diam, akan terus dicecar dengan pertanyaan itu.

Pertanyaan yang sebenarnya sangatlah mudah dijawab bagi yang siap

Namun, bagiku, itu ibarat batu yg menindih otak.

Yaa Allah, sungguh, hamba harus bagaimana menjawab pertanyaan itu.

Hamba (lagi dan lagi) belum siap, belum mampu.

Published with Blogger-droid v2.0.4
Read More..

Selasa, 04 September 2012

Apa Arti dari Namamu?

Bismillahhirrahmaannirrahiim.....

Nama?

Aku, kamu, dia, dan semua orang yang hidup di dunia ini tentunya mempunyai nama. Bahkan, bayi yang dibuang orangtuanya pun punya nama, jika tak diberikan oleh orangtuanya, akan diberikan oleh penemunya. Nama akan menjadi gelar pada saat memanggil seseorang. Dan, setiap nama tentunya memiliki makna, karena sang pemberi nama inginnya kita menjadi seperti makna yang tersirat di dalamnya. Misalnya, ada anak dikasih nama Bintang, bisa jadi orangtuanya berharap si anak akan terus bersinar terang dalam kehidupannya. Atau dikasih nama Ronaldo, ya supaya ntarnya bisa jago bola dan mendunia. Bisa juga dikasih nama Siwon supaya gantengnya mirip artis korea bintang boyband superjunior itu, hahaha. 

Nama yang diberikan oleh orangtua akan kekal selamanya (kecuali kalau tasmiyah ulang), juga kelak di kuburan kitapun, di nisannya tertulis nama yang sama dengan nama asli kita. Bahkan ketika yaumul  baast ketika hendak dihisab kita akan dipanggil dengan nama yang sama. So, karena nama akan dipakai selamanya, sebagai orangtua tentu ingin memberi nama dengan gelar yang baik agar kelak juga baik kan ya. :-)

Nah, sekarang apa arti nama kamu?

Jika masih geleng-geleng dan bingung tak tau artinya, tanyakanlah ke orangtuamu, karena nama adalah cerminan harapan dari mereka. Yakin deh, tidak ada orangtua yang memberikan nama dengan arti yang jelek, tidak bagus, atau bahkan tidak ada artinya. Yuk tanyakan saja.

Namun, IMO, sebaik baiknya nama adalah nama yang dikutip di alqur'an. Bukan berarti kalau tidak, tidak baik ya, kan tadi sebaik-baiknya.:-) 

Okesip.

Published with Blogger-droid v2.0.4
Read More..

Senin, 03 September 2012

Great Muslimah (2)



Yeah, kembali menceritakan ttg bio. Sebuah perwujudan diri dari pribadi Asmiani Fawziah.
Sampai dimana tadi? Oh ya, bagi yang newbie, bisa baca dulu di entry sebelumnya ttg Great Muslimah dan Great Muslimah (1).

Okesip. Kalimat berikutnya berbunyi "Learning to be a #GreatWife and  #GreatMother in the future :)". Saya meyakini bahwa setiap wanita ingin menjadi istri dan ibu yang hebat di masa depan pernikahannya kelak. Nah, begitu juga dengan saya, juga ingin demikian dan untuk meraih semuanya tentunya diwajibkan belajar dan untuk itulah kalimat awalnya adalah 'learning'....

Menjadi #GreatWife dan #GreatMother adalah salah satu sisi dari #GreatMuslimah. Jika seorang wanita hanya number one dalam kariernya, IMO itu tidaklah great, karena fokus satu hal adalah gampang. Namun, wanita muslimah yang kodratnya adalah disamping suami dan membesarkan anak itu membuat kita wajib mempunyai ilmu yang cukup untuk meraihnya. Dan aku akan meraih itu dengan bekal islam dan psikologi yang sedang aku tekuni (on the way) sehingga mampu menjadi an extraordinary great muslimah dan suami kelak tidak menyesal memilihku. :-)

Next statement adalah #ITJ. Ihiiii, saya dengan bangga mendukung #ITJ a.k.a Indonesia Tanpa JIL. Because, JIL is very absolutety totality dangerius for islam. Saya tidak membahas ttg JIL itu sepenuhnya di sini, karena bagi yang ingin tahu lebih lanjut bisa searching di mbah gugel. :-)

Terakhir adalah #UBL. Ahaaaiiiii, UBL adalah komunitas akhwat antiJIL yang akan mencetak generasi Rabbani untuk negeri. Ukhti Bintang Lima :))

Okesip.

Itulah bio saya, bio yang merupakan perwujudan diriku, mimpiku, jalanku, dan saya yakin meraih itu, aamiin...

********

ini cerita bioku? Kalau kamu?



Published with Blogger-droid v2.0.4
Read More..

Great Muslimah (1)




Bismillahirrahmannirrahiim......

Saya kembali menengok twitter. Kali ini bukan untuk stalking tweet temen-temen #GreatFriends melainkan untuk melihat bio twitter, saya baca ulang bio  dan terus diulang - ulang hingga saya merenungi dan memunculkan pertanyaan dibenak. Yaaa, apakah bio itu berlebihan sekali atau saya hanya berkhayalan menuliskan bio itu?  Hmmm, menarik nafas panjang dan dengan mengucapkan basmalah, saya proklamirkan bahwa bio twitter dari user @gkmia_ adalah sebuah perwujudan dari diriku.

Berikut adalah kutipannya

"On the way to be a #GreatMuslimah #GreatPsychologist #GreatPreneur and #GreatAuthor | Learning to be a #GreatWife and  #GreatMother in the future :) |  #ITJ #UBL"

*bacanya biasa aja ya, gk usah pke nyinyir2, hehehe*

Okesip ya. Kenapa saya bilang itu adalah perwujudan dariku. Kita bahas satu persatu. Kalimat pertama adalah " On the way to be a #GreatMuslimah #GreatPsychologist #GreatPreneur and #GreatAuthor". Tentu semua dari kita sudah tau apa itu on the way kan. Ya, insya Allah, saya sedang berada dijalur itu. Sedang berada dijalan yang akan menjadikan saya menjadi seorang #GreatMuslimah, #GreatPsychologist #GreatPreneur dan #GreatAuthor. Aamiin. Saya yakin itu :-)

Saya terlahir (alhamdulillah) menjadi seorang muslimah dan dididik dengan islam yg merekat. Saya yakin bahwa orangtua saya menginginkan saya menjadi muslimah hebat walaupun saya menyadari saya terlambat untuk belajar islam secara kaffah. Saya memang sudah berkerudung sejak SMP, tetapi hanya berkerudung saja, tidak menutup dada dan masih bercelana. Alhamdulillah, ketika awal semester 3 saya mengkafahkan bagaimana berhijab sesungguhnya. Untuk menjadi #GreatMuslimah memang tidak cukup hanya berhijab sesuai syariat, tetapi harus memiliki aqidah dan akhlak yang great juga, dan saya sedang menuju ke arah sana. Insya Allah :-)

Saya adalah sarjana psikologi yang belajar dan terus belajar untuk menjadi #GreatPsychologist. Sedang berada dijalur yang semula saya sangat ogah dan tidak tertarik sama sekali. Namun, karena ini adalah jalur yang diridhoi orangtua, alhamdulillah, saya mampu melakukan banyak hal yang membuat mereka tersenyum lebar  dengan bangga karena seabrek prestasi dan karya  dan saya akan terus berada di jalur ini hingga menjadi #GreatPsychologist dan membuktikan bahwa RIDHO ORANG TUA ADALAH RIDHONYA ALLAH :-) Aaamiiin, saya meyakini itu.

#GreatPreneur adalah 9 dari 10 Jalan Usaha yang mengantar ke surga. Untuk itu, saya sedari sekarang konsen untuk menjadi expert di dalamnya. Saya meyakini bahwa suatu saat saya mampu untuk mewujudkannya.

Sedari kecil, ayah saya seringkali berkata "tuliskan ceritamu, abadikan kisahmu, dan biarkan oranglain tau" Yaa, ayah selalu bilang begitu. Namun, kebengalan saya juga seringkali mengindahkannya dan beralibi bahwa saya tak bisa menulis. Ayah bilang bisa, tetap saja saya bilang tidak hingga saya menyadari bahwa kata-kata tidak itu telah menghipnotis untuk tidak usah menulis :-) . Alhamdulillah, saya sekarang mulai memberanikan diri untuk menulis tentang apapun, tentunya bukan hal negatif ya... Motivasi terbesar adalah ingin menuruti perintah orangtua :-). Saya yakin keinginan ini mampu menjadikan saya untuk terus berada di dunia tulis menulis dan menjadi #GreatAuthor. Aamiin.

......................

(to be continued)

Baca Juga : Great Muslimah

*nyiapin takjil dulu buat abah mamah  yg sedang berpuasa*

Published with Blogger-droid v2.0.4
Read More..

Minggu, 02 September 2012

SEMAKIN (?)






Entah kenapa timeline itu begitu memikat.

Walau (tak) lupa akan waktu.

Namun, terus dikejar hingga  batas lini masa itu.

Ya, semakin dikejar semakin kenal.

Semakin kenal dan semakin.

Argh, bahkan tak tau semakin apa?

Entah semakin bahagia, semakin tertawa, semakin kagum, semakin cinta.

Purely tak tau semakinnya.

Bahagia melihat tweet yg terkesan ramah tapi cuek itu.

Ya, itulah sikap kepada wanita.

Entah dia single, punya pacar atau hanya seorang tetangga  (?)

Dan tertawa melihat tingkah geli dengan rekan yg laki-laki.

Kau seakan di bully dengan kejombloan yang menyelimuti.

Dianggap h*m* karena sampai tingkat empat  ini belum kunjung mempunyai teman wanita istimewa.

Tetap kagum dengan caramu memandang islam.

Bahkan karena islamlah kau tetap meneruskan nazar itu.

Nazar yg ingin kau capai hingga mampu memegang stetoskop dengan gelar.

Kagum dengan cita-citamu yang pernah kau ceritakan dulu.

Cerita aneh, membingungkan, tapi begitu spiritual.

Ya, kau yang besar di kota (mayoritas) nasrani mempunyai perspektif sebagus itu.

Aaaaaargh. Semua itu membuat semakin dan semakin.

Cinta?

Entahlah.

Aku hanya tak mau mendahulu ucapan itu sebelum aku benar-benar mengucapkannya pada suamiku.

Yang (belum) tentu itu kamu.

Ya, (belum) tentu kamu.

Published with Blogger-droid v2.0.4
Read More..

Great Muslimah



Bismillahhirrahmaannirrahiim

Sebelum tidur, aku kembali menyusuri timeline twitterku. Terlihat,  yang online beberapa jam yang lalu sudah hilang ditelan tweet. Bahkan pada saat itu (pukul setengah 1 dini hari) hanya tampak beberapa user yang berkicau dengan keluhan, cerita, ataupun kultwit mereka. Aku mencoba stalk di sana dan bertemu dengan tweet yang menurutku menarik, membahas tentang pacaran.

Hmmm,, berbicara tentang pacaran, mungkin adalah pembicaraan basi yang menjemukan, tapi kali ini berbeda, bahasan itu menyibak tentang fenomena style pacaran yang membuat kita harus buka mata dan waspada. Why? Tweet yang aku stalk sedang menceritakan hasil investigasi pacaran di Bandung dan hasilnya mencengangkan. Miris! Memalukan! But, itu tidak ingin aku ceritakan sekarang. Tunggu pada entry berikutnya :-)

Yaaah, aku kian menyusuri dan lupa akan gelapnya hari. Takjubnya aku terkejut dengan investigasi yang trnyata dilakukan oleh seorang muslimah. Yaa, muslimah yang merupakan seorang mahasiswi sekaligus ambassador. Dia adalah @pewski.  Aku susuri user itu, hingga ku temukan twitter @GreatMuslimahID dan dari sanalah aku trinspirasi untuk betul-betul menjadi Great Muslimah wanna be.

:-)


......................(to be continue)

Great Muslimah 1 : Klik Ini

Great Muslimah 2 : Klik Ini


Published with Blogger-droid v2.0.4
Read More..