Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Oktober 2012

Hmmm

Ada yang mampu menjadi pengusaha sukses, tetapi sangat dermawan

Juga ada yang  menjadi artis, tetapi tetap syar'i

Ada juga yang jadi trainer, tetapi tetap islami

Sebagian lagi, ada yang jadi karyawan, tetapi masih sempat shalat dhuha

Ada juga yang jadi dosen umum, tetapi tetap mengisi ceramah

Juga ada mahasiswa yang jadi entreprenuer dan tetap berprestasi

Mau jadi apapun kita, asalkan islam dan iman tetap merajai hati








Published with Blogger-droid v2.0.4
Read More..

Boneka Barbie Pakai Cadar

Seniman Jerman Sabine Reyer menampilkan seratus boneka Barbie yang mengenakan burka (cadar) di Ruhr-Biennale di Dortmund, Jerman.


Nah temen-temen, barbie aja busananya nutup aurat rapet gitu, kalau kamu gimana ? #NtMS

Read More..

Rabu, 26 September 2012

Tukang Bangunan


Ada seorang tukang bangunan yang telah bertahun-tahun lamanya bekerja ikut pemborong.
Iapun bermaksud mengajukan pensiun karena ingin memiliki banyak waktu untuk keluarganya.
Si Pemborong berkata, “Saya setujui permohonan pensiun Anda dengan syarat Anda bangun dahulu satu rumah terakhir sebelum Anda pensiun”.
Si tukang bangunan segera membangunnya.
Karena kejar tayang, iapun mengerjakannya asal-asalan dan asal jadi.
Selesai sudah bangunan terakhir yg ia buat. Ia serahkan kunci rumah kpd sang Pemborong.
Sang Pemborong pun tersenyum dan berkata,
“Rumah ini adalah hadiah untukmu, krn telah lama bekerja bersamaku”.
Maka terkejutlah tukang bangunan itu, dan ada rasa sesal kenapa rumah yg akhirnya hendak ia tempati itu dikerjakannya secara asal2an.

***
Hikmah :
“Ibadah” yg kita kerjakan di dunia ini, tak lain adalah ‘rumah’ yg sedang kita bangun untuk kita tempati nanti setelah pensiun dari kehidupan dunia. Jangan sampai kelak kita menyesal krn kita menempati rumah buruk yg kita bangun asal-asalan…









------
Cerita ini dikirimkan oleh seorang teman saya melalui Blackberry Messanger
Read More..

Selasa, 25 September 2012

Kita TAK PERNAH Sendirian


Sebenarnya mw share ttg sesuatu,
Kemarin ada salah satu tweet di twitter yg nyebutin klo gk salah begini.
“Orang2 yg berdoa di twitter itu mengira bahwa Tuhan mempunyai account twiter

Entah mengapa hati ini begitu tak setuju dgn kalimat demikian.
Seolah menyalahkan sedemikian tweeps yg sering memanjatkan doa di sana.
 Seolah kalimat2 kita yg berupa doa dianggapnya bahwa Allah itu tak mendengar ataupun tak selalu bersama kita.

Padahal, Wa huwa ma’akum ainamaa kuntum”:’
dan Dia bersamamu dimanapun kamu berada’(al-hadid:4)

Jadi, sekalipun itu ditwiter Allah juga tetap Maha Mendengar dan Maha Melihat lagi Maha Mengetahui.
Apapun yg kita share disana dlm bentuk keluhan, kebahagian, ilmu, guyonan semuanya diketahui oleh Allah.
 Dan, IMO, berdoa di twitter lebih baik drpd mengeluh ataupun melakukan perbincangan yang tak sarat makna.

Dan dari Alhadid : 4 itu juga, kita menyakini
 sesungguhnya kita tak prnah sendirian, dimanapun, kapanpun. Allah senantiasa Memperhatikan, Menyaksikan, Mencukupi, Melindungi, maka cukuplah Allah sbaik2 Penolong & Pelindung kita.

Semoga dengan mentadabburi satu ayat Allah diatas, kita menjadi pribadi yg lebih baik lagi. Cz di dalam ayat tersebut, setidaknya ada beberapa hal yang dapat kita ambil :
 1. Tidak melakukan maksiat walau hanya sekecil zarrah, karena kita meyakini semua tindak tanduk kita tak luput dari penglihatanNya.
2. Tidak merasa menjadi insan yg sendirian, baik sendiri karena ditinggalkan oleh teman2, dikucilkan karena kebenaran, ataupun merasa sendiri karena mengalami kesedihan yg mendalam, karena Allah selalu bersama kita dimanapun dan kapanpun.
3. Allah tidak pernah sekalipun meninggalkan hambaNya, tetapi hambaNyalah yg selalu meninggalkanNya.

*disampaikan saat liqo bersama azzahra company* :))
Read More..

Nasihat Ali bin Abu Thalib


"aku khawatir terhadap suatu masa
yang roda kehidupannya
dapat menggilas keimanan;  

keimanan hanya tinggal pemikiran,
yang tak berbekas dalam perbuatan;

banyak orang baik tapi tak berakal,
ada orang berakal tapi tak beriman;

ada lidah fasih tapi berhati lalai,
ada yang khusyuk tapi sibuk dalam kesendirian,
ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan,
ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi,
ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat,
dan ada yang menangis karena kufur nikmat;

ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat,
ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut,
ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan,
dan ada pelacur yang tampil jadi figur;

ada orang yang punya ilmu tapi tak faham,
ada yang faham tapi tak menjalankan, 
ada yang pintar tapi membodohi,
ada yang bodoh tak tahu diri,
ada org beragama tapi tak berakhlak,
ada yg berakhlak tapi tak bertuhan...

lalu di antara semua itu dimanakah aku berada...???"

itu adalah nasihat-nasihat dari Ali bin Abu Thalib... Smga bermanfaat :)

Read More..

AKU, KAMU, KAYA (1)


Sungguh, kaya miskin itu hanyalah pemikiran kita.
Ketika kita berpikir diri ini kaya, maka kayalah kita.
Begitupun ketika berpikir miskin, maka miskinlah kita.
Karena semuanya diatur oleh pikiran, maka kita wajib mengendalikannya
Pemikiran itulah yang menjadi titik tolak dari kaya dan miskin.
Mengapa demikian?

Saya baru membuka website Sedekah Rombongan , saya sedih meringis, meratapi, tak henti beristighfar kepadaNya, betapa diri ini sudah lupa ~  bahwa diri ini begitu kaya.

Percaya tidak percaya, saya sangat menyarankan agar membuka website tersebut.

Saya sangat amat menyakini bahwa kita memiliki nikmat yg luar biasa dari Allah dengan jumlah tak terhingga ini.

Kita akan merasa sungguh sangat kaya dan beruntung
Dan
Maka Nikmat Tuhan Manakah yang dapat kalian dustakan ?
(Al-Quran Surat Arrahman : 16)

Read More..

Minggu, 02 September 2012

Mencintai dalam Diam

Cinta

Tak perlu diutarakan
dengan rayuan maut mematikan

Apalagi jika cinta hanya dikatakan
melalui pesan chat tak bersuara

Terlebih jika keduanya belum halal di kantor urusan agama

Bagaimana bisa cinta itu menyampaikan rasa?

Cinta

Diekspresikan dengan berbagai warna, cara, makna

Jika tak ingin menodainya

Cukuplah doa sebagai usaha

Toh, belum siap sepenuhnya

Namun, jika masih terbayang muka si dia

Argh, sudahlah,
remove bbm memang cara mulia


Belum bisa?

Lakukan cara berikutnya

Tak perlu berteman di media sosial jutaan umat manusia

Mengetahui status rasanya eeeeehhhhhhh

Tapi, buat apa?

Menambah chat akan menambah kerinduan.

Kerinduan yang mungkin membawa kemungkaran

Jadi, lebih baik demikian

Diam dan menghindari pertemuan, maya, apalagi nyata

Namun, iblis dan setan tentu terus menggoda

Terbayang wajah ketika gelap gulita

Jika sudah demikian, (mungkin) dia  merindu

Jika tidak, aku yang merindu

Terus, menghilangkannya?

Tak perlu mengkontak dia

Karena hanya akan menambah gulana

Alfatihah dan berdoalah solusinya

Baik untukku dan untuknya.





***
Pojok Kamar ^^

Published with Blogger-droid v2.0.4
Read More..

Hening


Di ujung kamar yang terdengar sayup

Melanda di tengah awang

Berlari dikerumunan khayalan

Ingin merangkak pelan

Tak mampu

Berjibaku dalam hening malam

Setan berselimut

Gemericik air dingin tak sanggup

Egopun berkecambuk

Harus mengadu

Harus mengadu

Harus mengadu

Namun, iblis mengitari hati

Untuk tetap berada diperaduan mimpi



Published with Blogger-droid v2.0.4
Read More..

Sabtu, 12 Februari 2011

Apakah aku harus menulis ?

Bismillah....

Apakah aku harus menulis ?

Menulis untuk melepaskan penat ?

Menulis untuk berbagi ?

Menulis untuk menghibur hati ?

Menulis untuk kesenangan pribadi ?

Menulis untuk candaan sehari-hari ?

Menulis untuk media islami ?

atau apa???

so, apakah aku harus menulis ?

:))


***
Ditulis ketika dalam kegalauan apakah harus menulis atau tidak.
@Pojok Kamar Mia's Iglo
Read More..