Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 November 2012

Handphone Al-Qur'an ditinjau dari Perspektif Ergonomika dan Faktor Manusia




A.    LATAR BELAKANG
Di zaman yang semakin “sibuk” seharusnya tidak menyurutkan orang -orang untuk tetap mengingat Allah dengan melakukan ibadah. Seiring dengan perkembangan teknologi yang digawangi oleh anak-anak negeri banyak hal yang dapat dilakukan dengan beribadah disela kesibukan duniawi. Sekarang mulai banyak dikembangkan gadgetgadget bernuasa islami yang mulai marak digemari. Mulai dari software Al-Qur’an Digital Personal Computer, MP3 Al-Qur’an Digital, Pena Al-Qur’an Digital, Gadget panduan ibadah haji dan umrah, sampai dengan Handphone Al-Qur’an.
 Semua gadget yang bernuasa islami bertujuan untuk mempermudah mengingat Allah dengan membaca dan mendengarkan Al-Qur’an. Namun, adakah gadget yang praktis, elegant, multifungsi, dan ergonomis? Setiap individu tentu tidak mau direpotkan dengan berbagai macam gadget yang memang diperlukan seperti gadget Al-Qur’an, gadget  suara adzan, gadget merekam ceramah atau video, kamera, radio FM, dan kumpulan info islam. Tidak dapat dibayangkan jika satu individu mempunyai lebih dari dua gadget yang diperlukan dan masing-masing gadget berfungsi berbeda. Selain memikirkan berapa jumlah uang yang diperlukan, juga bagaimana mengelola gadget-gadget tersebut agar berfungsi efektif.
HP Quran Raztel M850 adalah sebuah produk alternatif yang dapat menjawab pertanyaan diatas. Suatu produk yang mutlifungsi dan ergonomik. Mengapa demikian ?

B.     PEMBAHASAN
HP Quran Raztel M850 memiliki fitur keislaman diantaranya Al–Qur’an digital lengkap 30 Juz yang sudah mendapatkan izin beredar dari Departemen Agama dengan no. P.VI/1/TL.02.1/313/2008, teks Arab menggunakan othmantic font, resitasi suara oleh Syeikh Abdul Rahman Al-Sudais dan Syeikh Saud Ash-Shuraim, teks terjemahan dalam 28 bahasa di dunia, pilihan surat dan ayat yang ditampilkan, alarm shalat dengan suara adzan, arah kiblat dari kota besar di dunia, tafsir Al-Jalalain dalam bahasa Indonesia, hadist Muslim dalam bahasa Indonesia, panduan manasik haji dan umroh, 28 doa haji dalam bentuk MP3.
 Selain itu, fitur mobile phone dalam HP Quran Raztel M850 adalah dual on GSM, qwerty keyboard dan bisa menulis huruf Arab, track ball untuk memudahkan navigasi seperti pada Blackberry, aplikasi seperti yahoo messenger, facebook, twitter, eBuddy, java, opera mini, dual camera 1,3 MP dan perekam video, SMS, MMS, GPRS dan Internet, pemutar MP3 dan MP4, Bluetooth, radio FM (bisa tanpa headset), java support, slot memory, baterai kompatible, adapter baterai, menu dalam bahasa Indonesia, GRATIS Memory T-Flash 1 GB dan garansi 1 tahun.
            Ditinjau berdasarkan perspektif ergonomika maka HP Quran Raztel M850 ini adalah produk yang ergonomis. Hal itu disebabkan, sebuah benda dikatakan ergonomis jika melibatkan beberapa aspek dari aktivitas manusia yaitu hiburan, reasoning, dan dedikasi (Jastrebowski, dalam Anward, 2011). Produk HP Quran Raztel M850 didalamnya terdapat beberapa fitur yang berisi hiburan seperti aplikasi dunia maya  juga berisi dedikasi seperti panduan manasik haji dan umrah, Al-Qur;an digital lengkap 30 Juz, kumpulan hadits.
            HP Quran Raztel M850 juga merupakan produk yang useful hal ini dikarenakan lengkapnya kebutuhan dari konsumen seperti alarm shalat dengan suara adzan yang menjadi pengingat shalat bagi konsumen, fitur-fitur dari berbagai gadget yang praktis, kamera handphone, radio FM, MP3 & MP4, dan tentunya berfungsi sebagai alat komunikasi. HP Quran Raztel M850 juga dapat digunakan diberbagai negara karena HP Quran Raztel M850 memang didesain khusus untuk mempermudah untuk tetap menjaga komunikasi, tetap mengingat Allah dengan nuansa islami yang ada, dan mempermudah untuk berpergian jarak jauh khususnya praktis jika menggunakan ketika menunaikan ibadah haji atau umrah. HP Quran Raztel M850 yang dilengkapi dengan dual GSM juga mempermudah user untuk tidak membawa berbagai macam jenis handphone dan gadget.
Jika dilihat berdasarkan pilihan media komunikasi yang merupakan bagian dari Human Factor of Ergonomic , HP Quran Raztel M850 tersedia beberapa media komunikasi yang dibutuhkan, seperti phone, videocall ataupun jejaring sosial seperti twitter, facebook, eBuddy, dan YM. Semua itu ada dalam satu produk saja, tentu sangat praktis, bukan?
HP Quran Raztel M850 juga sangat praktis dalam hal bentuk - bentuk kontrol user-nya yaitu performansi handphone. HP Quran Raztel M850 didukung dengan track ball yang memudahkan untuk memindahkan panah kursor pada screen phone, selain itu juga dengan qwerty keyboard dengan tampilan seperti PC atau laptop yang sudah tidak asing. User juga bisa menulis huruf arab yang memudahkan untuk mengirimkan doa-doa dengan huruf arab melalui pesan singkat.
HP Quran Raztel M850  juga memiliki tingkat otomatisasi yang baik. Secara otomatis jika berada di kota yang berbeda, alarm pengingat shalatpun langsung otomatis berubah sesuai dengan waktu shalat di kota tersebut. hal ini dikarenakan HP Quran Raztel M850 sudah disetting untuk alarm shalat di berbagai kota besar di Dunia.
Dilihat berdasarkan aspek fisik individu, HP Quran Raztel M850 juga memberikan kenyamanan, karena individu tidak perlu merasa direpotkan dengan membawa banyak gadget di satu waktu, cukup dengan membawa satu HP Quran Raztel M850 saja, sehingga hemat tenaga..

C.    KESIMPULAN
HP Quran Raztel M850 sangat praktis dan ergonomis karena berisikan berbagai aspek dari aktivitas manusia yaitu hiburan dan dedikasi, useful, terdapat beberapa pilihan komunikasi, performansi desain HP Quran Raztel M850, dan memiliki tingkat otomatisasi.
HP Quran Raztel M850 berguna sebagai alat komunikasi, alat hiburan, alat pendidikan, dan terdiri dari berbagai fitur  gadget yang multifungsi memberikan kenyamanan secara fisik dan psikologis untuk penggunanya.
HP Quran Raztel M850 adalah sebuah produk yang serba hemat, mulai dari hemat tenaga karena aplikasi fitur gadget lain sudah “diborong” oleh produk ini, juga hemat biaya karena produk ini hanya sedikit menguras kantong, yaitu dibawah 1 juta rupiah untuk sebuah produk yang multifungsi.
Namun, tak ada gading yang tak retak, gadget yang tampak sempurna inipun mempunyai celah kekurangannya. HP Quran Raztel M850 memang didukung dengan dual kamera, tetapi resolusi dari kamera dalam HP Quran Raztel M850 sangat rendah jika dibandigkan dengan gadget handphone lainnya sehingga dalam pengambilan gambar  HP Quran Raztel M850 hasilnya kurang memuaskan.

Referensi
Anward, H. H. 2011. Materi Ajar Mata Kuliah Ergonomika. Tidak diterbitkan. Banjarbaru : Prodi Psikologi FK UNLAM
____. 2010. Hape Quran Raztel M850. Diakses dari URL : http://qurandigital.com/component/virtuemart/?page=shop.product_details&flypage=flypage.tpl&product_id=44&category_id=8 pada 28 Mei 2011.



****
    Juga bukan tulisan berbayar, ditulis untuk memenuhi tugas Ergonomika dan Faktor Manusia (Semester 6, 31 Mei 2011)

Read More..

Pena Digital Al Qolam : Membaca Al-Quran dr Sudut Pandang Ergonomika


PENA DIGITAL AL-QOLAM
            Di zaman yang semakin “sibuk” seharusnya tidak menyurutkan orang -orang untuk tetap mengingat Allah dengan membaca Al-Qur’an. Namun, tidak sedikit pula orang yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai lafadz tajwid yang ditentukan. Sebagian orang juga merasa malu jika ketika ada acara yang bernafaskan islam mereka tidak bisa membaca Al-Qur’an sehingga juga malu untuk belajar dari awal mengingat usia yang sudah tidak muda lagi.
Membaca Al-Qur’an adalah sebuah bagian dari hidup yang bersifat “long life process education”. Siapapun yang muslim diwajibkan untuk bisa membaca Al-Qur’an karena Al-Qur’an adalah sekumpulan ayat-ayat Allah yang mengandung makna tentang kehidupan. Mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa bahkan sampai lansia pun akan tetap memerlukan Al-Qur’an untuk dibaca sebagai penenang hati atau belajar untuk melakukan ibadah islam lainnya. Jadi membaca Al-Qur’an adalah suatu keterampilan yang mutlak dilakukan untuk semua umat islam.
Sekarang, tidak ada lagi alasan untuk malu, enggan, merasa ribet atau  alasan klise lainnya yang diucapkan agar tidak membaca Al-Qur’an karena Al-Qur’an sekarang tampil dalam desain yang praktis, elegant, futuristic, dan ergonomik.
Pena Digital Al-Qolam adalah sebuah produk teknologi yang canggih yang memungkinkan pena tersebut 'secara ajaib' membaca tulisan-tulisan yang tercetak di buku-buku terbitan Al Qolam, seperti Al-Quran, Kumpulan Hadits-Hadits, dan Iqro. Semua fitur canggihnya dihasilkan oleh komponen teknologi canggih yang tertanam di dalamnya, yaitu sebuah sensor optik terintegrasi, sebuah mikroprosesor canggih, sumber tenaga, speaker dan microphone mini, serta sebuah kartu memori berkapasitas 8 Gb. Serta tidak kalah canggih adalah kertas khusus yang memiliki referensi lokasi berbentuk titik-titik kecil yang hampir tidak terlihat oleh mata manusia.
Pena Digital Al-Qur’an tersebut juga multifungsi, yaitu dapat digunakan sebagai pena ketika menunjuk pada bacaan/ayat-ayat dan secara otomatis menghasilkan audio yang sesuai dengan bacaan yang sesungguhnya disertai lafadz tajwid dengan ritme yang pelan. Selain itu, pena tersebut dapat berfungsi sebagai media player yang dapat diisi audio player mencapai 8 GB. Tidak hanya sampai disitu, pena tersebut juga dapat menyimpan data sebagaimana sebuah Flash Disc.
Jika ditinjau dari perspektif ergonomika, produk Pena Digital Al-Qolam secara psikologis memenuhi permintaan dari konsumen yang ingin belajar membaca Al-Qur’an secara praktis, sehingga ketika kita menunjuk bacaan atau ayat di Al-Qur’an pena tersebut mengeluarkan audioplayer yang sesuai, seperti belajar dengan guru ngaji. Hal ini sangat nyaman dan memudahkan sehingga cocok digunakan untuk semua usia. Untuk usia anak-anak, Al-Qur’an memang didesain berwarna sesuai dengan tajwid bacaannya sehingga tampilannya lebih menarik untuk dibaca, bahkan juga tersedia IQRO untuk tahap pemula bagi yang belajar membaca Al-Qur’an. Untuk dewasa, pena digital Al-Qur’an ini sangat praktis dibawa kemana saja dan memudahkan kita untuk mendengar ayat-ayat Al-Qur’an dengan menggunakan ear-set atau headset seperti mendengarkan musik pada umumnya.
Produk Pena Digital Al-Qolam ini pun didesain dengan elegant, bentuknya mini, praktis untuk dibawa kemanapun baik untuk mendengarkan Media Player via ear-set/headset ataupun menggunakan Pena ini untuk menyimpan data. Tombol di pena ini pun tidak terlalu banyak sehingga tidak menyulitkan konsumen.  Selain itu, tampilan warna dari produk inipun beraneka macam, sehingga dapat dipilih sesuai hati konsumen yang menggunakannya.
Produk ini sangat futuristic jika dilihat dari ergonomika. Produk mini yang berupa Gadget  ini terdiri dari beberapa fitur yang tepat untuk pengguna, selain sebagai pena audio “ajaib”, audio player, flash disc, dan tentunya sebagai pena. Fitur yang disajikan dalam Gadget inipun tidak hanya dari 1 suara, konsumen dapat memilih suara ulama/hafizh yang membacakan, jadi benar-benar seperti belajar membaca Al-Qur’an privat mandiri.
 Namun, walaupun gadget ini sudah sangat ergonomic dalam memudahkan konsumennya, tetap ada evaluasi pada produk yang pernah mendapatkan rekor MURI ini. Evaluasinya gadget ini cukup mahal untuk kalangan menegah, hampir memeras isi kantong. Namun, harga yang cukup mahal sepertinya terbayarkan karena gadget ini multifungsi dan praktis sekali.


****
Ini bukan promosi dan tulisan tak berbayar, cuma sbg tulisan untuk memenuhi tugas Ergonomika dan Faktor Manusia waktu semester 6 (29 Mei 2011)

Read More..

Kasus Pelanggaran Kode Etik Psikologi





Kasus :
     Seorang ibu membawa anaknya yang masih duduk di bangku dasar kelas 2 ke psikolog di biro psikologi YYY.sang ibu meminta kepada psikolog agar anaknya diperiksa apakah anaknya termasuk anak autisme atau tidak. Sang ibu khawatir bahwa anaknya menderita kelainan autism karena sang ibu melihat tingkah laku anaknya berbeda dengan tingkah laku anak-anak seumurnya.Psikolog itu kemudian melakukan test terhadap anaknya. Dan hasilnya sudah diberikan kepada sang ibu, tetapi sang ibu tersebut tidak memahami istilah – istilah dalam ilmu psikologi. Ibu tersebut meminta hasil ulang test  dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. Setelah dilakukan hasil tes ulang, ternyata anak tersebut didiagnosa oleh psikolog yang ada di biro psikologi itu mengalami autis. Anak tersebut akhirnya diterap. Setelah beberapa bulan tidak ada perkembangan dari hasil proses terapi. Ibu tersebut membawa anaknya kembali ke biro psikologi yang berbeda di kota X, ternyata anak tersebut tidak mengalami autis, tetapi slow learned. Padahal anak tersebut sudah mengkonsumsi obat-obatan dan makanan bagi anak penyandang autis. Setelah diselediki ternyata biro psikologi YYY tersebut tidak memiliki izin praktek dan yang menangani bukan psikolog, hanyalah sarjana psikologi Strata 1. Ibu tersebut ingin melaporkan kepada pihak yang berwajib, tetapi ibu tersebut dengan psikolog itu tidak melakukan draft kontrak dalam proses terapi.

KAITAN KASUS DENGAN KODE ETIK PSIKOLOGI
            Kasus di atas dalam kode etik psikologi melanggar pasal – pasal yaitu
Pasal 4
Penyalahgunaan di bidang Psikologi

b) Pelanggaran sedang yaitu:
Tindakan yang dilakukan oleh Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi karena kelalaiannya dalam melaksanakan proses maupun penanganan yang tidak sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan mengakibatkan kerugian bagi salah satu tersebut di bawah ini:
i. Ilmu psikologi
ii. Profesi Psikologi
iii. Pengguna Jasa layanan psikologi
iv. Individu yang menjalani Pemeriksaan Psikologi
v. Pihak-pihak yang terkait dan masyarakat umumnya.
Dalam kasus Psikolog lalai dalam melaksanakan proses dan mendiagnosa klien sehingga menimbulkan kerugian bagi klien dan keluarga klien.
Pasal 7
Ruang Lingkup Kompetensi

(1) Ilmuwan Psikologi memberikan layanan dalambentuk mengajar, melakukan penelitian dan/atau intervensi sosial dalam area sebatas kompetensinya, berdasarkan pendidikan, pelatihanatau pengalaman sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
            Dalam kasus, individu yang ada di biro psikologi itu bukan psikolog, melainkan hanya ilmuan psikologi yaitu sarjana S1 yang tidak berhak membuka praktek dan melakukan intervensi terapi, karena kompetensi melakukan terapi dan intervensi adalah kompetensi psikolog
Pasal 65
Interpretasi Hasil Asesmen
Psikolog dalam menginterpretasi hasil asesmen psikologi harus mempertimbangkan berbagai faktor dari instrumen yang digunakan, karakteristik peserta asesmen seperti keadaan situasional yang bersangkutan, bahasa dan perbedaan budaya yang mungkin kesemua ini dapat mempengaruhi ketepatan interpretasi sehingga dapat mempengaruhi keputusan.

Pasal 66
Penyampaian Data dan Hasil Asesmen
(1) Data asesmen Psikologi adalah data alat/ instrument psikologi yang berupadata kasar,respon terhadap pertanyaan atau stimulus, catatan serta rekam psikologis.Data asesmenini menjadi kewenangan Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi yang melakukan pemeriksaan.Jika diperlukan data asesmen dapat disampaikan kepada sesama profesi untuk kepentinganmelakukan tindak lanjut bagi kesejahteraan individu yang menjalani pemeriksaan psikologi.
(2) Hasil asesmen adalah rangkuman atau integrasi data dari seluruh proses pelaksanaan asesmen. Hasil asesmen menjadi kewenangan Psikolog yang melakukan pemeriksaan dan hasil dapat disampaikan kepada pengguna layanan. Hasil ini juga dapat disampaikan kepada sesama profesi, profesi lain atau pihak lain sebagaimana yangditetapkan oleh hukum.
(3) Psikolog harus memperhatikan kemampuan pengguna layanan dalam menjelaskan hasil asesmen psikologi. Hal yang harus diperhatikan tikan adalah kemampuan bahasa dan istilahPsikologi yang dipahami pengguna jasa.

Jadi, psikolog tersebut harusnya menyampaikan secara jelas hasil pemeriksaan psikologis klien dengan bahasa yang mudah dipahami. Hal ini dikarenakan agar klien tidak merasa dirugikan ketika datang ke praktek psikologi. Selain itu, ketika klien meminta tes ulang, bisa saja sudah terjadi bias di dalam tes, karena klien sudah mengetahui tentang apa – apa yang ingin dilakukan tes atau pemeriksaan.
Pasal 73
Informed Consent dalam Konseling dan Terapi
(1) Konselor/Psikoterapis wajib menghargai hak pengguna layanan psikologi untuk melibatkan diri atau tidak melibatkan diri dalam proses konseling psikologi/psikoterapi sesuai denganazas kesediaan. Oleh karena itu sebelum konseling/psikoterapi dilaksanakan, konselor/psikoterapis perlu mendapatkan persetujuan tertulis (Informed Consent) dari orang yang menjalani layanan psikologis. Persetujuan tertulis ditandatangani oleh klien setelah mendapatkan informasi yang perlu diketahui terlebih dahulu.

     Dalam kasus, tidak ada draft kontrak antara ibu anak tersebut dengan psikolog sehingga ibu kesulitan untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib tentang persoalan ini.

Selain melanggar pasal-pasal dalam kode etik tersebut, kasus diatas juga tidak memiliki izin praktek dari HIMPSI.

Solusi yang disarankan untuk kasus ini adalah
1.      Melaporkannya kepada HIMPSI daerah dimana biro psikologi itu berdiri dan akan ditindak lanjuti oleh majelis psikologi sesuai dengan pasal 3 ayat 2 kode etik psikologi Indonesia
2.      Melaporkannya kepada pihak yang berwajib dengan membawa hasil tes anak yang didiagnosa autis tersebut dan membandingkannya dengan hasil tes anak yang didiagnosa slow learned.
3.      Melakukan tes ulang pada psikolog yang berbeda tentang hambatan perkembangan yang dialami oleh anak, karena mungkin saja si anak mengalami autis atau slow learned atau gangguan yang lainnya.
4.      Ketika mengunjungi psikolog atau suatu biro psikologi, harap memperhatikan SIP dan No Praktek dari psikolog atau biro psikologi yang bersangkutan yang dikeluarkan oleh HIMPSI pusat.
5.      Harus meminta adanya informed consent jika klien harus melakukan terapi agar memudahkan antara psikolog dank lien.


Referensi :
Diktat Ajar Mata Kuliah Kode Etik
Kode Etik Psikologi yang diakses dari himpsi.or.id

Read More..

Malpraktek Psikologi





Malpraktek psikologi artinya praktek psikologi yang jelek, salah, tidak sesuai dengan kaidah-kaidah yang seharusnya dilakukan dalam melakukan praktek psikologi. Dapat dikatakan juga terjadi penyimpangan praktek psikologi.

            Sebab-sebab penyimpangan atau malpraktek antara lain :

1.      Penyimpangan alat yang digunakan, yaitu penggunaan alat psikologi yang tidak sesuai dengan tujuan. Misalnya, tujuan yang ingin dicapai ialah mengungkap tingkat kecerdasan seprang REMAJA, akan tetapi alat yang digunakan adalah alat psikologi yang dirancang HANYA cocok bagi ANAK PRA SEKOLAH

2.      Penyimpangan prosedur penggunaan alat tes diagnostik, yaitu penggunaan alat diagnostik psikologis yang ada pembakuan prosedurnya akan tetapi digunakan secara menyimpang dengan kelaziman seharusnya. Misalnya tujuan yang diinginkan ialah mengungkap tingkat kecerdasan anak dengan menggunakan WISC, namun dalam pelaksanaan menggunakan tes WISC tidak sesuai dengan prosedur yang sudah dilakukan.

3.      Penyimpangan penggunaan data tes diagnostik, yaitu bila terjadi manipulasi data dengan cara merubah sebagian atau seluruhnya data hasil pengetesan, sehingga hasil akhir harus cocok dengan permintaan klien/penerima jasa.

4.      Penyimpangan-penyimpangan data, yaitu data tes psikologis yang seharusnya dirahasiakan, dan hanya digunakan untuk keprluan lain.

5.      Penyimpangan tujuan tes psikologi, yaitu pemberian jasa tes psikologi akan tetapi sebenarnya bertujuan untuk mengetahui isi/materi tes dan prosedurnya.

6.      Penyimpangan hubungan klien dengan konsultan (psikolog). Bermodal dari mengetahui kondisi klien yang minta jasa psikologis kepadanya, namun pengetahuan tersebut disalah gunakan untuk mencari keuntungna pribadi, baik secara material maupun non-material.

7.      Penyimpangan hak karya cipta alat-alat psikologis yang dilindungi oleh undang-undang. Secara sadar atau tidak sadar seseorang mungkin mengadakan dan atau merubah hasil karya orang lain tanpa seijin dan kemudian untuk mencari keuntungna pribadi atas hasil perbuatannya itu.

8.      Penyimpangan publikasi atau pernyataan atas hasil pekerjaan. Misalnya memberikan keterangan yang tidak benar/kurang cocok dengan kenyataan semata-mata untuk mencari keuntungan dirinya.

9.      Penyimpangan dalam hubungan profesional, yaitu hubungan sesama sejawat psikolog yang seharusnya menghormati, menghargai, menjaga nama baik, menjaga hak sesama profesi, akn tetapi yang terjadi adalah perbuatan sebaliknya.

10.  Penyimpangan yang lain-lain. Berbagai penyimpangan masih bisa terjadi dalam bentuk dan atau sifat yang lain sebagaimana telah diatur dalam ketentuan-ketentuan KODE ETIK SARJANA PSIKOLOGI INDONESIA.

Read More..

Selasa, 25 September 2012

Peran dan Ruang Lingkup Lulusan Psikologi dalam Dunia Sosial



Peran Psikologi di Dunia Sosial
Sebagai suatu negara dengan budaya yang beragam dan tersebar dalam beribu-ribu pulau, persoalan sosial yang sedang dan akan dihadapi oleh bangsa Indonesia tentunya akan terus silih berganti berdatangan. Masih tak lekang dalam ingatan, beberapa tahun lalu terjadi kerusuhan antaretnis di Sampit, Ambon,  Poso dan Maluku. Demikian pula peristiwa tragis yang terjadi di beberapa daerah seperti aksi unjuk rasa yang menuntut pemerintah. Dalam hal ini, ilmu psikologi khususnya Psikologi Sosial mempunyai peran yang besar untuk menjawab berbagai persoalan ini.
Konflik antar budaya dapat dipahami dan diselesaikan dengan teori-teori seperti  intergroup theory, peace theory,  dan  culture psychology. Persoalan-persoalan politik dapat diselami dengan menggunakan politic psychology. Persoalan yang terjadi di masyarakat umumnya dapat diselesaikan dengan community psychology. Dalam menjawab persoalan-persoalan ini, Psikologi Sosial sangat memperhatikan aspek-aspek budaya  dan kondisi yang dimiliki oleh masyarakat setempat, serta hubungan di dalam dan antar kelompok yang ada di masyarakat tersebut. Teori identitas sosial melihat bahwa individu cenderung untuk mencari identitas sosial yang positif dan meningkatkan dentitas kelompoknya untuk membedakan dengan kelompok lain.
Etnosentrisme melihat bahwa hubungan antar kelompok umumnya terjadi karena kecenderungan kelompok memandang dirinya sebagai pusat dari segalanya, sehingga terjadi  in group favoritism  dan berkembangnya stereotipe-stereotipe tertentu terhadap kelompok lain.
Selain hal di atas, di negeri kita banyak sekali permasalahan yang terjadi yang terekspos media yang merupakan masalah-masalah sosial. Peran serta psikolog sebagai produk atau keluaran pendidikan Psikologi dalam bidang sosial menyentuh masalah anak jalanan, narkoba dan peredarannya di masyarakat, child abuse, child traficking dan lain lain. Dimana masalah diatas sangat terlihat di masyarakat Indonesia saat ini baik secara implisit dan eksplisit. Sebut saja yang paling terlihat saat ini adalah narkoba dan pengedarannya dimana Indonesia termasuk negara dengan jumlah peredaran narkoba terbesar di Asia. Anak jalanan adalah masalah yang dipunya pemerintah Indonesia dengan usaha mengurangi, akan tetapi tak kunjung terlihat hasil nyatanya.
Kesimpulannya, persoalan sosial yang dihadapi bangsa Indonesia bisa dilihat dari kacamata Psikologi Sosial, begitupun upaya penanganannya dapat dilakukan melalui berbagai cabang ilmu Psikologi Sosial.  

Ruang Lingkup Pekerjaan Lulusan Psikologi di Dunia Sosial
Ruang lingkup Psikologi dalam bidang kerjanya meliputi training, rekruitmen, dan konsultasi. Dimana dalam pelaksanaanya di masyarakat menggunakan empat pendekatan besar dalam ilmu Psikologi. Dikenal setidaknya tiga pandangan besar psikologi beserta tokohnya antara lain: psikoanalisis (Freudian), behavioristik (Skinner, dan Pavlov), serta humanistik (Carl Rogers), dalam hal terjun Di masyarakat ditambahkan pandangan transpersonal yang merupakan perluasan dari pandangan behavioristik.
Pada bidang sosial, lulusan psikologi dapat memberikan kontribusinya pada individu atau kelompok dalam kehidupan sosialnya. Selain ilmu psikologi berfungsi untuk memberikan penjelasan-penjelasan mengenai fenomena sosial yang sedang terjadi.
Dalam bidang kelimuan Psikologi Sosial, membahas tentang analisis dan membuat rancangan teoritis intervensi perilaku sosial sebagai proses interaksi individu dengan lingkungan sosialnya seperti gambaran manusia dalam konteks sosial dan kelompok.
 Lapangan kerja lulusan Strata-1 dan Strata-2 Psikologi pada dasarnya terbuka cukup luas. Sangat kecil kemungkinan adanya lulusan yang menganggur oleh karena psikologi merupakan ilmu yang dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan. Lulusan Psikologi bisa bekerja baik secara mandiri maupun pada suatu institusi.
Adapun lingkup pekerjaan lulusan psikologi di dunia sosial adalah

a.       Psikolog Sosial
Psikolog Sosial dalam ruang lingkup menangani tentang masalah-masalah sosial, seperti anak jalanan, narkoba dan peredarannya di masyarakat, child abuse, child trafficking, psikologi massa (demonstrasi), dan lain-lain.
b.      Peneliti Psikososial
Menjadi peneliti dalam bidang sosial ruang lingkup permasalahan-permasalahan sosial seperti anak jalanan, narkoba dan peredarannya di masyarakat, child abuse, child trafficking, psikologi massa (demonstrasi), dan lain-lain.
c.       Pengamat Psikososial
Menjadi pengamat dalam bidang sosial ruang lingkup anak jalanan, narkoba dan peredarannya di masyarakat, child abuse, child trafficking, psikologi massa (demonstrasi), dan lain-lain.
d.      Konsultan Intervensi Sosial/Community Development
Misalnya bekerja di rumah shelter, tempat rehabilitasi narkoba, panti werdha, panti asuhan, dan tempat rehabilitasi anak jalanan.


Daftar Pustaka
Anonim. 2010. Program Studi llmu Psikologi UNIMA. Artikel. Diakses Pada URL:            http://psikologiunima.wordpress.com/profil/. Pada Tanggal 01 Oktober 2011.
Irmawati. 2009. Orasi Ilmiah Peranan Psikologi dalam Menjawab Fenomena Psikologis     Masyarakat Indonesia. Diakses pada URL:http://usupress.usu.ac.id/files/Orasi%20Ilmiah%20Dies%20Natalis%20Ke            57_Final.pdf.  Pada Tanggal 02 Oktober 2011.





Read More..