Minggu, 02 September 2012

SEMAKIN (?)






Entah kenapa timeline itu begitu memikat.

Walau (tak) lupa akan waktu.

Namun, terus dikejar hingga  batas lini masa itu.

Ya, semakin dikejar semakin kenal.

Semakin kenal dan semakin.

Argh, bahkan tak tau semakin apa?

Entah semakin bahagia, semakin tertawa, semakin kagum, semakin cinta.

Purely tak tau semakinnya.

Bahagia melihat tweet yg terkesan ramah tapi cuek itu.

Ya, itulah sikap kepada wanita.

Entah dia single, punya pacar atau hanya seorang tetangga  (?)

Dan tertawa melihat tingkah geli dengan rekan yg laki-laki.

Kau seakan di bully dengan kejombloan yang menyelimuti.

Dianggap h*m* karena sampai tingkat empat  ini belum kunjung mempunyai teman wanita istimewa.

Tetap kagum dengan caramu memandang islam.

Bahkan karena islamlah kau tetap meneruskan nazar itu.

Nazar yg ingin kau capai hingga mampu memegang stetoskop dengan gelar.

Kagum dengan cita-citamu yang pernah kau ceritakan dulu.

Cerita aneh, membingungkan, tapi begitu spiritual.

Ya, kau yang besar di kota (mayoritas) nasrani mempunyai perspektif sebagus itu.

Aaaaaargh. Semua itu membuat semakin dan semakin.

Cinta?

Entahlah.

Aku hanya tak mau mendahulu ucapan itu sebelum aku benar-benar mengucapkannya pada suamiku.

Yang (belum) tentu itu kamu.

Ya, (belum) tentu kamu.

Published with Blogger-droid v2.0.4
Read More..

Great Muslimah



Bismillahhirrahmaannirrahiim

Sebelum tidur, aku kembali menyusuri timeline twitterku. Terlihat,  yang online beberapa jam yang lalu sudah hilang ditelan tweet. Bahkan pada saat itu (pukul setengah 1 dini hari) hanya tampak beberapa user yang berkicau dengan keluhan, cerita, ataupun kultwit mereka. Aku mencoba stalk di sana dan bertemu dengan tweet yang menurutku menarik, membahas tentang pacaran.

Hmmm,, berbicara tentang pacaran, mungkin adalah pembicaraan basi yang menjemukan, tapi kali ini berbeda, bahasan itu menyibak tentang fenomena style pacaran yang membuat kita harus buka mata dan waspada. Why? Tweet yang aku stalk sedang menceritakan hasil investigasi pacaran di Bandung dan hasilnya mencengangkan. Miris! Memalukan! But, itu tidak ingin aku ceritakan sekarang. Tunggu pada entry berikutnya :-)

Yaaah, aku kian menyusuri dan lupa akan gelapnya hari. Takjubnya aku terkejut dengan investigasi yang trnyata dilakukan oleh seorang muslimah. Yaa, muslimah yang merupakan seorang mahasiswi sekaligus ambassador. Dia adalah @pewski.  Aku susuri user itu, hingga ku temukan twitter @GreatMuslimahID dan dari sanalah aku trinspirasi untuk betul-betul menjadi Great Muslimah wanna be.

:-)


......................(to be continue)

Great Muslimah 1 : Klik Ini

Great Muslimah 2 : Klik Ini


Published with Blogger-droid v2.0.4
Read More..

Mengapa Kita Harus Kaya (1)




Bagi sebagian orang mungkin judul di atas sangatlah berlebihan. Namun, memang kehendakku adalah demikian. Ketika kita bisa untuk kaya, kenapa harus biasa-biasa saja. Sebagian orang mengatakan, "tak apa miskin, yang penting bahagia". Dulu saya mungkin adalah orang yang manggut-manggut dengan kalimat tersebut. Namun, sekarang mari diubah mindsetnya dengan "menjadi kaya untuk lebih bahagia".

Pandangan kita harusnya selalu merujuk ke teladan kita dan tentunya pedoman. Hayooo, apakah islam mengajarkan kita untuk tidak  kaya. Tentu saja tidak. Tidak percaya? Silahkan buka Al-Qur'annya.........

Published with Blogger-droid v2.0.4
Read More..

Mencintai dalam Diam

Cinta

Tak perlu diutarakan
dengan rayuan maut mematikan

Apalagi jika cinta hanya dikatakan
melalui pesan chat tak bersuara

Terlebih jika keduanya belum halal di kantor urusan agama

Bagaimana bisa cinta itu menyampaikan rasa?

Cinta

Diekspresikan dengan berbagai warna, cara, makna

Jika tak ingin menodainya

Cukuplah doa sebagai usaha

Toh, belum siap sepenuhnya

Namun, jika masih terbayang muka si dia

Argh, sudahlah,
remove bbm memang cara mulia


Belum bisa?

Lakukan cara berikutnya

Tak perlu berteman di media sosial jutaan umat manusia

Mengetahui status rasanya eeeeehhhhhhh

Tapi, buat apa?

Menambah chat akan menambah kerinduan.

Kerinduan yang mungkin membawa kemungkaran

Jadi, lebih baik demikian

Diam dan menghindari pertemuan, maya, apalagi nyata

Namun, iblis dan setan tentu terus menggoda

Terbayang wajah ketika gelap gulita

Jika sudah demikian, (mungkin) dia  merindu

Jika tidak, aku yang merindu

Terus, menghilangkannya?

Tak perlu mengkontak dia

Karena hanya akan menambah gulana

Alfatihah dan berdoalah solusinya

Baik untukku dan untuknya.





***
Pojok Kamar ^^

Published with Blogger-droid v2.0.4
Read More..

Hening


Di ujung kamar yang terdengar sayup

Melanda di tengah awang

Berlari dikerumunan khayalan

Ingin merangkak pelan

Tak mampu

Berjibaku dalam hening malam

Setan berselimut

Gemericik air dingin tak sanggup

Egopun berkecambuk

Harus mengadu

Harus mengadu

Harus mengadu

Namun, iblis mengitari hati

Untuk tetap berada diperaduan mimpi



Published with Blogger-droid v2.0.4
Read More..