Jumat, 23 November 2012

Taman Bermain Idaman Banjarbaru

Baru ngacak-ngacak tumblr nih, terus nemu tulisan yang pernah ku posting ditumblr (based on true story)


-----------------------------------------------------------------------------
Minggu sore kemarin (150112) klo liat perempuan jilbaban pke rok jeans bawa bayi usia 2 tahun itu aku :)

But, jgn dikira udah punya anak yah, boro2 anak, calon suami aja masih disimpen sama Allah :)

​(•̃͡-̮•̃͡oº°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=))

Sekedar membahagiakan orangtua dgn membawa cucu kesayangannya nangkring di taman kota….

Taman kota, itu menurut pandangan saya dulu, tapi tidak setelah berkunjung ke sana….

In my humble opinion, itu bukanlah taman layaknya fungsi ruang terbuka hijau, because of that banyak banget genset2 yang digunakan para pencari rezeki buat akses mainan anak2. For your information, bagi yg belum pernah nangkring disana baiknya maskeran deh klo mau ngejogrok disana, soalnya udaranya gk bagus banget, itu yg saya rasain loh, gk tau gimana anak2 menghirup udara tsb….

Yaaah, kita gk bisa nyalahin para pencari rezeki disana juga dong, toh yang punya regulasi pemerintah. So, baiknya pemerintah nyediain listrik deh buat para pencari rezeki disana, soalnya mereka bermodal kecil, jd gk mungkin semuanya dilimpahin ke mereka….

Atau buat para anggota dewan yg biasa study banding keluar daerah, tuh benahin satu2nya taman kota idaman bjb dlu, realisasikan aplikasi wara wirinya dong…..

Fyuuuh„, sorry, cuman bisa ngasih saran ini aja…
Dan buat ibu atau bapak atau siapapun yg pengen ngajak anaknya ke sana, jangan terlalu sering menghirup udara yg gk bagus itu ya :) *saran realnya mungkin tau aja kan maksudnya*
Read More..

Semangatnya untuk Mereka




Aku melihatnya tergopoh-gopoh
Menyusuri anak tangga yg sedemikian hingga
Berjalan dengan penuh peluh
Demi satu kata, sarjana :)

Aku melihat tangisnya
Ketika hampir sebagian proposal diobrak penguji tercinta
Sekalipun tersembunyi dalam bingkai senyum terpaksa
Aku memahaminya
Semua demi satu kata, sarjana :)

Aku melihat amarahnya
Amarah yg hanya berawal dari canda gurau belaka
Canda teman yg ingin menghapus file skripsinya
Bahkan berkata “ingin membunuhnya”
Dilakukan demi menjadi, sarjana.

Semuanya dipersembahkan untuk membahagiakan orangtua
Melihat seutas senyum bangga mereka
Ketika memakai toga

***
Ku tulis ini ketika teman terbaikku harus menangis ketika meratap skripsi yang dicecar habis pengujinya....
Love you dear....
19 Januari 2012
Read More..

Entahlah (???)




Kondisi bising
Hiruk pikuk
Overload
Kejenuhan
Disana sini
Berbunyi denting
Suara sumbang
Menangis
Merintih
Sampai tertawa
Entah kesedihan
Entah kebahagiaan
Haru

Namun,
Apakah ikut tertawa, ikut menangis, ikut merintih akan mendatangkan bahagia ?
Tertawa saat masih ada yg menangis?
Menangis dikala sedih, padahal masih banyak yg mengalami kesedihan berlipat ganda?
Merintih tertatih ditengah kerumunan orang?

Menarik nafas panjang
Jawabnya ada pada diri kita kawan
Read More..

Ketinggian Nama (?????)

Pernah dengar orang-orang bilang “ketinggian nama” ?
Katanya sih jika ketinggian nama itu bisa menyebabkan si anak yg empunya nama sakit atau ada gangguan gitu lah.
Hmmm.

Sekedar share aja nih,
Saya punya ponakan sepupu namanya itu Fatimah Azzahra.
FYI, Fatimah Azzahra adalah nama dari putri Nabi Muhammad SAW.

Zahra (nama panggilan ponakan sepupu saya) sekarang sudah hampir 8 bulan.
Menurut teori perkembangan yg saya dpt dibangku kuliah.
Bayi seusia segitu harus memenuhi tugas perkembangan yg seharusnya, misalnya sudah bisa tersenyum, kontak mata yg bagus, dan bisa tengkurep.
Namun, faktanya.
Zahra itu belum bisa ngapa-ngapain, respon dia ketika dipegang tangannya tidak ada, dilihat matanya juga tidak ada respon, apalagi tengkurep.

Saat itu saya khawatir, apakah itu merupakan indikator hambatan perkembangan yang dialaminya?
Hmmm, dengan penuh kehati-hatian, saya cerita ke mamah, soalnya saya masih terlalu tidak asertif untuk ngomong langsung ke mamahnya (padahal sepupu sendiri).

Akhirnya mamah ngomong deh ke nenek zahra itu, katanya penyebab zahra begitu karena kegemukan yg dialaminya, dan menganggap itu normal aja.

Hoah, bukannya mau ngurusin urusan keluarga sepupu saya, tapi bagaimanapun saya adalah lulusan psikologi yang harus care sama urusan beginian.

Akhirnya, mamah (ku paksa) lagi biar ngomong ke mamahnya zahra, trs mamah bilang supaya saya saja yg ngomong, hmmm.

Sampai pada akhirnya, mamah zahra membawa anaknya ke dokter anak di kotanya, dan dokter itu menganjurkan supaya zahra diperiksa rujukan ke dokter anak dan dokter syaraf di ibukota propinsi.
Singkatnya, zahra harus diterapi agar perkembangannya yg lambat itu bisa diatasi.

Terus, hubungannya dengan ketinggian nama apa ya?
Hehhehe.

Jadi gini, mamahnya zahra selain membawa anaknya terapi juga membawa anaknya ke ustadz atau kiayi gitu, actually, kata kiayi, zahra mengalami suatu hal yang disebut ketinggian nama (dalam bahasa banjar : ketinggian ngaran).
Entah bagaimana menjelaskannya.
Zahra itu tidak kuat menyandang nama tersebut, sehingga dia sakit-sakitan dan mengalami gangguan.
Dan harus melakukan tasmiyah ulang.

Ini hanyalah sebuah tulisan yang saya angkat dari fakta yang dialami keponakan sepupu saya.
Dari sisi keilmuan, gangguan yg dialaminya memang bisa dijelaskan secara medis.
Namun, dari sisi magis spiritual, ya begitulah.
Boleh percaya boleh tidak.
Intinya,
1. Deteksi kelainan pada anak sedini mungkin
2. Berikan perhatian sebesar-besarnya pada anak.
3. Jangan “bangga” jika anak Anda “anteng” diam saja, karena itu indikator suatu hal.
4. Hati-hati memberi nama anak, sebaiknya konsultasikan dulu dengan guru spiritual yg terpercaya dan anda percayai.

:)
Read More..

Apa Kabar Diriku?





Hari ini aku ingin bertanya tentang aku.
Aku bertanya pada diriku,
tentang apa yg telah aku lakukan,
apa yang akan kulakukan,
dan apa yang belum kulakukan.

Maka aku mengerti betapa tidak sederhana urusan seorang diriku.

Bila hari ini aku bertanya tentang apa yang telah kulakukan,
aku akan mendapati ternyata keburukanku lebih banyak daripada kebaikanku.

Bila aku bertanya tentang apa yang belum kulakukan,
hal itu nyaris sebanding dengan apa yang sebenarnya bisa aku lakukan,
bisa ku kontribusikan tapi aku belum melakukannya.

Namun,bila aku bertanya tentang apa yang ingin kulakukan,
itu nyaris sebanding dengan gabungan antara harapan & khayalan.
Kadang aku merasa seperti sedang berharap,
tapi aku menyadari aku sedang mengkhayal.
Tapi tidak jarang aku merasa seperti sedang mengkhayal,
ternyata Allah mengubah menjadi sebuah harapan yang nyata.

Hidup memang penuh tanda tanya.
 Namun, perlahan aku mengerti tanda tanya & kepastian itu ternyta memberi seorang mukmin ruang kebergantungan yang sangat tinggi kepada Allah & disitu ternyata ada ketenangan yang luar biasa

BERSEMANGATLAH!!

* message from my beloved friend (arikha)*
Read More..