Tampilkan postingan dengan label Diskusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diskusi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Oktober 2012

Diskusi : Filsafat Manusia (?)

Sambungan dari Postingan Sebelumnya ....


Pertanyaan 3 :
·         Bagaimana hubungan antara vitalisme, mekanisme, agnotisme, dan filsafat pancasila dalam menjelaskan filsafat ilmu alam? Jelaskan beserta contohnya ?

Jawaban :
·         M. Abdan Shadiqi (I1C108236)
Hubungan vitalisme dengan filsafat pancasila terdapat pada sila yang pertama, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa.

·         Yohana Linda Pabontong (I1C108228)
Hubungan keempat hal tersebut adalah mencoba menjawab apa yang terjadi di alam semesta, seperti : kapan terjadinya hukum alam di alam semesta?

·         Renita Krisdianti (I1C108219)
Dari hubungan keempat aspek tersebut akan muncul pemikiran baru yang berasal dari berbagai macam pemikiran. Filsafat pancasila menengahi tentang keempat hal tersebut.

·         Bela Itri Agriani (I1C108206)
Contoh hubungan dari keempat hal tersebut adalah  Kiamat, yang mana sebagai umat beragama meyakini akan adanya hari kiamat tersebut dan juga sebagai manusia yang mempelajari tentang teori-teori bumi hancur, maka akan terjadi gabungan teori dan pemikiran tentang hal tersebut. Jadi tidak hanya melihat suatu fenomena di alam semesta dari satu pemikiran atau teori saja.

·         Angga Aribowo (I1C108204)
Contoh hubungan dari keempat hal tersebut dalam menjelaskan tentang filsfat ilmu alam adalah  Etika, etika merupakan cabang filsafat yang menjelaskan perbuatan baik dan buruk, sesuai sila kedua dalam fisafah pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Kesimpulan 
Jadi hubungan antara keempat aspek dalam ilmu alam tersebut saling berkaitan, dalam memahami suatu fenomena tentang ilmu alam maka tidak hanya melihat dari satu sisi saja, tetapi harus melihat dari berbagai sisi yang akan melengkapi pengetahuan kita. Contohnya saja tentang kiamat, yang harus dilihat dari segi kepercayaan yang berasal dari Tuhan, ataupun melihat hal tersebut dari teori-teori yang menjelaskan tentang keadaan bumi di masa yang akan datang.

Nah Bagaimanakah Menurut Anda ?


:)




****
Kangen Kuliah, Kangen, Kangen
Read More..

Diskusi : Kepuasan Manusia (?)


Sambungan dari posting sebelumnya .... 

Pertanyaan 2
·         Jelaskan mengapa manusia dapat berkata bahwa “ia puas”, sedangkan kita tahu bahwa manusia merupakan makhluk yang tidak pernah merasa puas ?

Jawaban :
·         Fransisca Agustina (I1C108202)
Seseorang akan merasa puas apabila kebutuhan prioritasnya terpenuhi, walaupun kebutuhan sekunder belum terpenuhi. Misalnya : makan à puas, padahal hal lainnya belum merasa puas. (Sesuai dengan teori kebutuhan Maslow).

·         Yohana Linda Pabontong (I1C108228)
Manusia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga akan mengalami  ketidakpuasan, jadi terus mencari apa yg menyebabkan ketidakpuasaan tersebut, sehingga manusia tidak akan pernah puas, walaupun ia sudah berkata bahwa ‘ia puas’.

·         Febrian Dwi Rahadi (I1C108209)
Kepuasaan seseorang itu relatif, sesuai standar yang dia miliki. Kepuasaan tercapai apabila hal yang diinginkan tercapai. Jadi apabila hal yang sudah ia inginkan tercapai ia akan merasa puas, tetapi apabila masih ada hal yang belum tercapai sesuai prioritasnya maka ia tidak akan puas.

·         Felix Tamahiwu (I1C108232)
Ilmu alam sangat luas. Manusia yang tidak pernah puas adalah  manusia yang tidak punya tujuan. Manusia punya tujuan  akan puas apabila tujuannya tercapai.

Kesimpulan 
            Jadi, manusia itu dapat berkata puas apabila tujuannya sudah tercapai, apa yang menjadi prioritasnya terpenuhi, dan manusia yang berkata tidak puas itu karena tujuan belum terpenuhi dan juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai macam hal.


Nah, Bagaimana Menurut Anda? :)

Read More..

Diskusi : Keterbatasan Ilmu (?)

Pada entry ini  saya tampilkan pertanyaan yang pernah kami lontarkan dikelas IKD yang membahas tentang Sejarah Ilmu Pengetahuan Manusia dan Pengetahuan Alam. Jadi pertanyan itu ditanggapi oleh temen-temen sekelas saya. Berikut diskusinya :


Pertanyaan 1
·         Bagaimana caranya agar keterbatasan ilmu alam dapat ditutupi dan bagaimana solusinya agar tidak kalah dengan ilmu-ilmu lainnya ?

Jawaban :
·         M. Abdan Shadiqi (I1C108236)
Keterbatasan ilmu alam diantaranya :
-          Wahana ilmu alam hanyalah metode ilmu ilmiah yang diterapkan
-           Tujuannya mencari kebenaran
-          Nilainya hanya dapat dinilai oleh ilmu alam itu sendiri
Sehingga, dari keterbatasan ilmu alam itu agar dapat ditutupi dan tidak kalah dengan ilmu lain harus dilakukan perpaduan dengan ilmu-ilmu yang lain. Misalnya perpaduan antara ilmu alam dan ilmu sosial.
·         Renita Krisdianti (I1C108219)
Cara agar keterbatasan ilmu alam dapat ditutupi adalah dengan mengadakan penelitian baru tentang perkembangan ilmu alam.
·         Istianah (I1C108205)
Cara agar keterbatasan ilmu alam dapat ditutupi adalah dengan mengadakan penelitian baru sehingga mendapatkan teori yang lebih sempurna (kompleksitas teori), dan teorinya berkembang.
·         Bela Itri Agriani (I1C108206)
Cara agar keterbatasan ilmu alam dapat ditutupi adalah dengan penelitian yang akan menghasilkan teori, dari teori tersebut akan muncul cabang ilmu baru untuk mengembangkan dan mengspesifikkan ilmu alam tersebut, sehingga ilmu alam menjadi semakin luas dan kompleks.
·         Maya Irka Anggraini (I1C108207)
Solusi agar tidak kalah dengan ilmu lain adalah dengan  mengembangkan/memperluas cabang-cabang ilmu alam sehingga semakin fokus dan dapat diterapkan sesuai perkembangan ilmu alam tersebut. Jadi tidak dilakukan perpaduan dengan ilmu-ilmu yang lain, hanya mengembangkan ilmu alam itu sendiri.

Tanggapan :
·         M. Abdan Shadiqi (I1C108236)
Apabila tidak dilakukan perpaduan dengan ilmu-ilmu yang lain, maka ilmu alam akan terbatas juga bidang keilmuannya.
·         Bela Itri Agriani (I1C108206)
Apabila dipadukan / dicampur dengan ilmu-ilmu lainnya maka tidak bisa menerapkan metode ilmiah yang merupakan ciri khas dari ilmu alam.

Kesimpulan 
            Jadi, keterbatasan ilmu-ilmu alam dapat ditutupi dengan cara mengembangkan ilmu alam tersebut dengan mengadakan penelitian baru, agar dihasilkan teori baru yang akan melengkapi dan/atau merevisi teori-teori terdahulu, sehingga akan muncul cabang-cabang ilmu alam yang akan memperluas perkembangan ilmu alam tersebut. Solusi agar ilmu alam tidak kalah dengan ilmu-ilmu yang lainnya adalah dengan mengembangkan ilmu alam tersebut terlebih dahulu agar lebih luas dan dengan melakukan perpaduan antara ilmu alam dengan ilmu-ilmu yang lain, tetapi yang dikhawatirkan adalah perpaduan ilmu alam tersebut akan membuat ilmu alam tidak menjadi khas lagi karena tidak bisa menerapkan metode ilmiah yang merupakan ciri khas dari ilmu alam.


Nah Bagaimana Menurut Anda ?

***
Efek kangen kuliah, buka-buka email dan nemu diskusi beginian... :))


Read More..